BEKASI, RIAUSATU.COM-Melati Ginting, ibunda Kapten Ariyanto Misnan memiliki firasat sebelum pemerintah mengumumkan pembebasan empat sandera asal Indonesia oleh kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina.
''Biasanya enggak enak makan, cuma hari ini makannya bisa banyak,'' kata Melati kepada merdeka.com di rumahnya, Taman Narogong Indah, Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (11/5).
Menurut dia, sejak anaknya disandera Abu Sayyaf pada 15 April lalu, setiap hari makan paling banyak tiga sendok. Bahwa yang dia rasakan selalu lemas, dan tak bersemangat.
''Tapi, hari ini berbeda. Makan lahap sampai satu piring habis. Perasaan seperti ada kontak batin dengan anak. Saya merasa mungkin anak saya pulang hari ini,'' ujar ibu lima anak ini, sebagaimana dilansir merdeka.com.
Rupanya firasat itu terjawab. Presiden Joko Widodo mengumumkan pembebasan empat sandera sore tadi. Ia mengaku lega, bahkan sampai menangis haru mendapatkan kabar anaknya telah bebas.
''Orang Kemenlu dan perusahaan malam tadi juga menelepon, mengabarkan bahwa anak saya sudah bebas,'' ujarnya. (dri)