peristiwa

Buruknya Pelayanan RSUD Arifin Achmad Riau, Keluarga Pasien Kritis Mengamuk

Minggu, 30 Oktober 2022 | 11:14 WIB
Lokat darah di RSUD Arifin Ahmad (ft: ist)

Terkait darah yang akan keluar jika tidak segera digunakan juga tidak dapat dijawab. petugas bingung dan saling melempar sesama petugas dan penanggungjawab Bank Darah, dokter Lusiana.

"Sementara trombosit atau darah putih itu kata PMI akan kedaluwarsa 5 hari. Jadi tentu keluarga bingung, kalau kedaluwarsa atau ke mana darah mau dicari lagi. Padahal siangnya pasti ditanyai aman dan akan disambut darah," katanya.

"Kita kecewa dengan pelayanan di sini, program pak Gubernur Riau kan jelas. Pelayanan harus maksimal agar orang Riau tidak berobat ke Malaka atau Singapura, kalau begini bagaimana?" katanya kesal.

Karena tidak puas dengan jawaban dua petugas bank darah di RSUD Arifin Achmad karena tidak ada kepastian, sehingga terjadi cekcok. Padahal, pasien bernama Hironimus Patut Pahur sedang bertaruh nyawa dengan penyakit kanker nasofaring yang dideritanya.

Awalnya petugas bilang tidak ada reagen atau alat transfusi darah. Tiba-tiba ribut baru bilang reagen sudah ada. Padahal katanya Selasa atau Rabu depan baru datang. Ini bukan pertama kali saja, berulang kali keluhan disampaikan sama Dirut sejak awal. Kalau sudah sampai ke Dirut baru semua masalah yang dikerjakan," kata Maria.

Keributan pun sampai ke telinga Gubernur Riau Syamsuar dan memerintahkan Direktur RSUD Arifin Achmad untuk mengecek masalah yang terjadi. 

Hingga akhirnya, Direktur RSUD Arifin Achmad, Wan Fajriatul Mammunah datang menghampiri kerabat yang mengalami masalah dan mendengarkan permasalahan tersebut.

Wan Fajriatul yang merupakan anak mantan Gubernur Riau Wan Abu Bakar itu mengakui kesalahan petugas. Dia meminta maaf kepada kerabat pasien. 

"Kami meminta maaf kepada keluarga pasien, ini memang kesalahan dari petugas kami," kata Fajriatul. ***

 

Halaman:

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB