Kawasan setinggi 812 meter di atas permukaan laut itu pernah menyabet Juara I Anugerah Pesona Indonesia 2019 untuk kategori wisata dataran tinggi terpopuler.
Sejak 2021, bukit ini sudah lima kali jadi arena latihan ranpur TNI, sekaligus tempat pembaretan TNI/Polri dan bumi perkemahan pramuka.
Bagi masyarakat, kebanggaan atas kepercayaan TNI AD menempatkan Aliantan sebagai lokasi latihan bercampur dengan kekecewaan terhadap pemerintah daerah.
Mereka berharap perhatian tak hanya datang saat ranpur menggelegar, tetapi juga ketika jalan porak-poranda.
“Bukit Suligi berpotensi jadi pusat wisata sekaligus strategis untuk TNI. Karena itu, jalan menuju ke sana harus jadi prioritas,” tegas Herman.
Latihan menembak di Aliantan berakhir dengan pameran ranpur di lapangan bola desa, 27 September.
Warga berbondong-bondong melihat kendaraan tempur dari dekat.
Tapi selepas keramaian, lumpur dan lubang di jalan tetap menanti.
Arena latihan tempur modern itu, ironisnya, masih terkepung akses jalan yang tertinggal. ***