Ia menambahkan, masyarakat yang bermukim di kawasan TNTN bisa jadi merupakan korban dari pembiaran yang telah terjadi lama.
Menurut dia, sebagian warga masuk karena kawasan tersebut telah berubah dari hutan menjadi semak belukar.
“Jangan sampai warga yang justru menjadi korban dibebani semua kesalahan. Usut aktor utamanya, termasuk kemungkinan keterlibatan koperasi atau perusahaan besar di balik perambahan,” katanya. ***