Eks Pimpinan BPK Ngaku Namanya Dicatut, CERI Minta Kasus Dibongkar Tuntas

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 21:14 WIB
Yusri Usman.
Yusri Usman.

JAKARTA, RIAUSATU.COM — Eks Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Hendra Susanto, mengakui namanya kerap dicatut atau “dijual” oleh pihak tertentu.

Menyikapi hal itu, Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mendesak agar dugaan tersebut dibongkar secara tuntas melalui proses hukum.

Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, mengatakan pihaknya mendukung langkah Hendra untuk melaporkan dugaan pencatutan nama dan pengaturan tender di sektor migas kepada aparat penegak hukum (APH).

Ia juga meminta agar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turut menelusuri indikasi praktik persaingan usaha tidak sehat. 

Menurut Yusri, pengusutan perlu dilakukan secara menyeluruh, terutama terkait dugaan pengondisian proyek di lingkungan Pertamina dan salah satu bank himbara terkait penyalahgunaan proses kreditnya.

Ia mengungkapkan, pernah bertemu dengan Gita Natalius pada akhir Juli 2025 di kantornya di kawasan Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan itu, Yusri mengklaim Gita tidak membantah berbagai tudingan beredar.

“Dengan nada sedih dan ada saksinya, dia tidak membantah apa pun terkait informasi yang berkembang,” ujar Yusri.

Yusri juga mengaku telah mewawancarai beberapa orang anak buah Gita Natalius untuk menggali informasi terkait aktivitas di sektor migas. 

Hasilnya, kata dia, akan disampaikan kepada aparat penegak hukum, tunggu saja.

“Setidaknya ada tiga orang anak buahnya yang sudah saya wawancarai berhari-hari. Ini akan saya sampaikan ke penegak hukum,” katanya. 

Menurut keterangan anak buah Gita Natalius, sebut Yusri, sebenarnya acara pertemuan santai dengan Hendra dan anak buahnya bukan sekali saja. 

BERITA TERKAIT:

https://www.riausatu.com/peristiwa/42917076159/eks-wakil-ketua-bpk-akui-namanya-dijual-gita-natalius-kondisikan-proyek-di-pertamina-dan-skk-migas

Minta Dilaporkan ke APH

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X