Soal Dugaan Keracunan MBG Siswa TK di Pemalang, Ini Kata Kepala Sekolah

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Jumat, 13 Maret 2026 | 20:50 WIB
Kepala TK Pertiwi Desa Blendung Waryuni (kiri) saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan soal dugaan keracunan MBG.
Kepala TK Pertiwi Desa Blendung Waryuni (kiri) saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan soal dugaan keracunan MBG.

PEMALANG, RIAUSATU.COM – Kepala TK Pertiwi Blendung, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Waryuni, angkat bicara terkait dugaan keracunan yang dialami salah satu siswanya setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut Waryuni, siswanya yang berinisial US sempat mengonsumsi minuman dari paket MBG saat berada di sekolah.

Namun, gejala muntah-muntah baru muncul setelah siswa tersebut pulang ke rumah.

“Di sekolah tidak ada gejala apa-apa. Setelah pulang baru muntah-muntah sejak sekitar pukul 11.00 sampai sore,” kata Waryuni saat dikonfirmasi, pada Jumat, 13 Maret 2026.

Ia menjelaskan, karena kondisi anak terus memburuk, keluarga akhirnya membawa korban ke Rumah Sakit Comal Baru sekitar pukul 16.00 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.

Waryuni mengatakan, paket MBG yang dibagikan kepada siswa saat itu terdiri dari roti tawar tangkap berisi telur, selada, dan timun.

Sementara minumannya berupa es kuwut yang menggunakan buah melon dan dikemas dalam botol tanpa merek.

BERITA TERKAIT:

https://www.riausatu.com/peristiwa/42916860620/minuman-mbg-disebut-sudah-berbusa-siswa-tk-di-pemalang-muntah-hebat

Program MBG di sekolah tersebut dipasok oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Bumirejo, Kecamatan Ulujami.

Menurut Waryuni, pihak sekolah sebenarnya kerap memberikan masukan terhadap menu MBG melalui lembar penilaian yang disediakan.

Namun, respons dari pihak penyedia dinilai tidak selalu cepat.

“Kadang ada lembar penilaian menu MBG. Kami sudah memberikan penilaian, tetapi responsnya lambat,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah perbaikan dari waktu ke waktu dalam kualitas menu yang diberikan kepada siswa.

“Sekarang sudah banyak perubahan, dari yang sebelumnya kurang enak menjadi lebih enak. Kalau menu basah biasanya enak,” kata dia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:03 WIB

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB
X