Sinergi ini diharapkan mampu membangkitkan ekonomi kreatif melalui sektor pariwisata budaya tanpa merusak ekosistem pesisir yang rapuh.
"Melalui semangat Green Policing, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat budaya, melindungi alam, dan memperkuat kesejahteraan bersama. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita: Melindungi Tuah, Menjaga Marwah," imbuh Irjen Herry.
Selain merayakan tradisi, kehadiran jajaran Polda Riau di Desa Bokor juga dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi dengan masyarakat setempat menjelang bulan suci Ramadan.
Suasana kekeluargaan yang tercipta di sepanjang festival menunjukkan bahwa hubungan antara aparat dan rakyat adalah fondasi utama terciptanya keamanan yang kondusif di wilayah perbatasan Indonesia ini.
Festival Cian Cui tahun ini sukses menjadi pengingat bahwa di balik percikan airnya, terdapat semangat besar untuk menjaga kedaulatan budaya dan kelestarian alam Meranti agar tetap tegak berdiri hingga masa depan.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Riau antara lain Kabid Humas Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Direskrimum Kombes Pol Hasyim Risahondua, Dirpolair Kombes Pol Apri Fajar Hermanto, Bupati Kepulauan Meranti Kombes (Purn) H Asmar, Ketua PN Bengkalis, Kajari Kepulauan Meranti, Kalapas, KSOP Selatpanjang serta jajaran Forkopimda lainnya. ***