“Berangkat dari hasil survei, 10 tahun lalu hamparan hutan di Riau mencapai 5,7 juta hektar yang sekarang tersisa 1,7 juta hektar, ada degradasi 75 persen,” jelasnya. Penyebabnya teridentifikasi kebakaran hutan dan deforestasi.
Selama hampir 20 tahun, semenjak munculnya persoalan kebakaran hutan, belum ada pergerakan untuk menangkal terjadinya kebakaran dan deforestasi tersebut. Dari situlah muncul ide gagasan untuk menyelamatkan alam Riau melalui program Green Policing.
Siapa saja bisa terlibat dalam program ini, sebut Irjen Herry, apa yang telah dilakukan adik-adik pelajar mahasiswa ini sudah termasuk ke dalam program Greem Policing.
Sebab begitu, Green Policing bukanlah kegiatan yang hanya bisa dilakukan oleh kepolisian saja.
“Policing yang dimaksud ini adalah kegiatan polisional (dalam artian) menjaga atau menertibkan, itu bisa dilakukan adik-adik semua,” katanya kepada pelajar yang hadir.
Dipaparkannya, Green Policing adalah pemolisian dalam era polisi kontemporer atau polisi modern dengan tujuan merubah stigma ketidakbaikan lingkungan di Riau.
Irjen Herry menjadi garda terdepan menggerakkan Polda Riau dalam mengantisipasi serta menciptakan sistem di bagian hulu dalam menjaga ekosistem alam dan lingkungan di Riau.
“Belum ada yang berbicara menjaga alam dan hutan, selama ini hanya bermuara pada pemadamam. Kita berangkat ke hulu, kita lakukan penanaman pohon menjaga kelestarian. Jikalau kita lakukan 20 tahun lalu (sejak persoalan kebakaran hutan,red) pohon yang ditanam sudah memberikan kontribusi luar biasa,” urainya.
Kepada generasi muda, Irjen Herry mengajak untuk bersama-sama memberikan kesadaran ekologis dengan mencintai lingkungan dan alam.
“Jadi bagaimana kita merubah paradigma dari antroposentrisme ke ecosentrisme,” paparnya.
“Poin terakhir bahwa di dalam hutan itu ada ekosistem terutama gajah, harimau dan lainnya. Saya mewakili Domang, gajah-gajah, pohon-pohon menyampaikan pesan yakni ‘gajahlah kebersihan,” tutupnya menyudahi sambutan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menerangkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Provinsi Riau, tetapi juga diikuti dari 11 Provinsi lainnya.
"Jumlah peserta yang mengikuti ekshibisi lomba orasi Green Policing 2026 ini, sebanyak 102 peserta terdiri dari Mahasiswa dan pelajar SMA, berasal dari 11 Provinsi," ujar Kombes Pandra. ***