Menurut dia, capaian keuntungan yang disebut mencapai Rp1,6 triliun pada 2025 harus dibarengi dengan perlindungan hak buruh serta kesejahteraan masyarakat adat dan warga lokal terdampak.
“Agenda ketahanan pangan dalam Asta Cita harus dijalankan tanpa mengorbankan keadilan sosial. Jika tidak, konflik akan terus menjadi bom waktu,” ujar Elviriadi. ***