Temuan ilmiah dalam The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene menunjukkan bahwa banyak sumber air alami yang tampak jernih tetap berisiko mengandung E. coli jika tidak melalui proses pengolahan.
Penelitian tersebut mencatat bahwa air dari sumber alami, seperti sumur, mata air, atau genangan, berisiko terkontaminasi bakteri jika tidak dilakukan klorinasi atau perlakuan khusus.
Kejernihan air tidak dapat dijadikan satu-satunya tanda bahwa air aman untuk diminum.
Wakil Gubernur Sumbar menegaskan bahwa sinkhole di Limapuluh Kota merupakan fenomena alam dan tidak memiliki khasiat kesehatan. “Tidak ada air ini untuk menyembuhkan penyakit atau demi kesehatan,” tegas Vasko.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati bibir lubang dengan jarak minimal 50 meter karena tanah di sekitar sinkhole masih berpotensi amblas.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa air dari sumber alam perlu diuji dan diolah terlebih dahulu sebelum digunakan, meskipun terlihat jernih dan tidak berbau. ***