Bulan Ramadhan tahun depan datang sekitar 10 hingga 11 hari lebih cepat dibanding tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh perbedaan jumlah hari antara kalender Hijriah (354 hari) dan kalender Masehi (365 hari).
Akibatnya, bulan-bulan Hijriah, termasuk Ramadhan, selalu maju lebih awal setiap tahun dalam kalender Masehi.
Kini, umat Islam di Indonesia tinggal menunggu 99 hari lagi untuk menyambut bulan penuh berkah dan ampunan tersebut.
Kemenag menegaskan bahwa perbedaan metode penetapan awal Ramadhan antara ormas Islam adalah kekayaan intelektual Islam yang perlu dihargai.
"Perbedaan penetapan bukan untuk dipertentangkan, tetapi dimaknai sebagai kekayaan keilmuan Islam,” kata Kamaruddin Amin, dikutip dari Kompas.com.
Pemerintah juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan 2026 sebagai momentum untuk memperkuat ibadah, solidaritas sosial, dan toleransi antarumat beragama.
Menjelang bulan suci, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah, seperti membaca Alquran, berpuasa, dan bersedekah.
Kemenag RI pun mengimbau masyarakat menjaga persaudaraan, ketertiban, dan suasana damai dalam menyambut Ramadan 2026.***