Dalam sesi dialog, sejumlah wartawan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan yang ditunjukkan Kajari.
Mereka berharap pertemuan itu tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi awal sinergi yang berkelanjutan.
“Kami berharap Kejari dapat menyampaikan rilis resmi secara rutin agar publik mendapat informasi hukum yang benar dan akurat,” ujar perwakilan Pokja PWI Jakarta Timur.
Menanggapi hal itu, Dedy menyambut baik masukan tersebut.
Ia berjanji membentuk grup komunikasi resmi antara Kejari dan wartawan sebagai kanal berbagi informasi yang cepat dan seragam.
“Kami akan buat saluran komunikasi resmi. Informasi bisa disebar serentak, dan rekan-rekan media tetap bebas menentukan sudut beritanya,” ucapnya.
Audiensi yang berlangsung dalam suasana hangat itu menegaskan pentingnya kemitraan antara aparat penegak hukum dan media sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum.
“Tanpa media, publik tidak akan tahu apa yang kami kerjakan. Pemberitaan yang berimbang adalah kunci agar masyarakat memperoleh informasi hukum yang faktual dan mendidik,” kata Dedy.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama serta foto kenangan antara Kajari, para kepala seksi, dan wartawan dari berbagai pokja media.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasi Intel Yogi Sudharsono, Kasi Pidsus Adri Eddyanto Pontoh, Kasubsi Intel Alexander Joshua Hutagalung, Kasi PAPBB Satya Wirawan, dan Kasi Datun Rahmadhy Seno Lukmaso. ***