Jadi, kegiatan camping ini bukan cuma hiburan semata, tapi investasi jangka panjang demi keseimbangan ekosistem dan perdamaian antara manusia dan satwa di Siak.
Bayangkan, nanti kalau mereka sudah besar, mungkin mereka akan jadi aktivis lingkungan yang handal, atau setidaknya, tidak akan panik saat ada gajah minta gula merah di depan rumah.
"Semoga ke depannya, generasi muda lebih cinta alam dan satwa," tutup Afni. Mungkin sambil membayangkan masa depan di mana gajah dan harimau bisa ngopi bareng warga tanpa drama.