Warkah LAMR untuk Tesso Nilo: Menjaga Marwah, Menuntut Penegakan Hukum

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Jumat, 20 Juni 2025 | 11:12 WIB
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar rapat terkait kondisi terkini Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kamis, 19 Juni 2025. (f: istimewa)
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar rapat terkait kondisi terkini Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kamis, 19 Juni 2025. (f: istimewa)

LAMR menyebut kehancuran hutan bukan hanya tragedi ekologis, tetapi juga kehancuran nilai dan sejarah.

“Tesso Nilo adalah bahagian dari marwah Melayu. Ketika hutan itu digunduli, maka rusak pula keseimbangan hidup kami,” ujar Marjohan.

Sikap LAMR ini dinilai sejumlah pihak bisa menjadi tekanan moral terhadap pemerintah, khususnya penegak hukum, untuk tak lagi ragu menindak para pelanggar.

“Kami sedang menyusun sesuatu yang tidak bisa diabaikan,” ujar seorang anggota perumus warkah yang enggan disebutkan namanya.

LAMR berencana menyampaikan warkah tersebut kepada Presiden, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kapolri, serta para pemimpin lembaga negara lainnya dalam waktu dekat. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB
X