Gagasan “hijrah ekologis”, yakni transformasi dari sekadar penegakan hukum ke peran aktif menjaga keberlanjutan alam, menjadi poin penting yang digaungkan.
Dalam satu titik, ketika seorang filsuf berkata bahwa burung punya hak hidup, dan seorang ulama menegaskan bahwa pohon bertasbih maka benang merah pun tergambar jelas.
"Bumi bukan milik siapa pun, melainkan titipan untuk generasi masa depan"
Dialog ini menyisakan satu pesan kuat melindungi lingkungan adalah ibadah. Ia bukan pilihan, melainkan kewajiban moral, spiritual, dan intelektual.
Dan ketika iman, ilmu, dan tindakan bersatu, maka bumi masih punya harapan. ***