Janji Manis di Balik Cover Majalah: Jebakan untuk UMKM Pekanbaru

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Selasa, 3 Juni 2025 | 15:48 WIB
Ilustrasi majalah. (f: internet)
Ilustrasi majalah. (f: internet)

Puluhan pelaku UMKM diduga jadi korban penipuan berkedok liputan media cetak. Tak ada majalah, tak ada distribusi, hanya tagihan jutaan rupiah.

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Promosi gratis di majalah bergengsi. Liputan eksklusif. Foto tampil di sampul. Janji-janji itu membuat puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pekanbaru terperangkap.

Namun, harapan yang ditawarkan berubah menjadi tagihan jutaan rupiah—dan tak satu pun majalah yang dijanjikan benar-benar beredar.

Setidaknya 60 pelaku UMKM tercatat telah menjadi korban dari dugaan penipuan berkedok liputan majalah.

Mereka dihubungi melalui pesan pribadi di media sosial oleh seseorang yang mengaku dari tim editorial sebuah majalah.

Modusnya nyaris seragam: menawarkan liputan gratis atau "freeshot" sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha lokal.

“Awalnya ditawarkan secara gratis. Tapi saat sudah dijadwalkan sesi foto dan wawancara, mereka mulai minta bayaran. Untuk tampil di cover bisa diminta Rp10 juta, ada yang Rp5 juta, bahkan untuk halaman dalam dikenakan tarif minimal Rp1,5 juta,” kata Firman Hutabarat, kuasa hukum para korban dari kantor hukum FMR & Partners.

Firman menyebut pihaknya telah menerima kuasa dari 13 orang korban dan telah mengajukan aduan masyarakat ke Polresta Pekanbaru.

Laporan resmi sedang dalam proses dan ditargetkan rampung dalam tiga hari sejak pengaduan awal. Ia menduga jumlah korban jauh lebih besar dari yang tercatat.

“Kerugian 13 klien kami sudah mencapai Rp50 juta. Tapi berdasarkan data yang masuk, potensi kerugian keseluruhan bisa lebih dari Rp100 juta,” ujarnya.

Firman mengungkapkan, pihaknya telah menyelidiki keberadaan majalah yang dimaksud.

Hasilnya: nihil. Tidak ditemukan pendaftaran resmi atas nama media tersebut, baik di Dewan Pers maupun lembaga penerbit lainnya.

Bahkan, klaim bahwa majalah tersebut didistribusikan ke hotel-hotel besar di Pekanbaru ternyata hanya isapan jempol.

“Tidak ada satu pun hotel ternama yang menerima atau mengenal majalah itu. Ini murni modus yang dikemas seolah profesional, tapi di baliknya ada unsur penipuan,” tegas Firman.

Wely, seorang pelaku UMKM korban modus ini, menceritakan bagaimana ia terjebak. Pada 21 Agustus 2024, ia dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari pihak majalah untuk melakukan wawancara terkait usahanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB
X