JAKARTA, RIAUSATU.COM - Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besar Jepang di Indonesia kembali membuka peluang beasiswa Teacher Training Program (Program Pelatihan Guru) untuk guru aktif di Indonesia .
Program beasiswa ini didukung oleh Monbukagakusho/MEXT (Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology) Jepang dan dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajar melalui pelatihan profesional di universitas Jepang selama 1,5 tahun.
Dilansir dari laman Study in Japan, Selasa (30/12/2025), seperti dirilis kompas.com, program pelatihan ini memberikan kesempatan bagi guru Indonesia untuk belajar tentang metode pengajaran modern, perencanaan pembelajaran efektif, dan praktik pendidikan yang inovatif di Jepang.
Selama program, peserta juga akan mengikuti kursus bahasa Jepang dan menerima berbagai manfaat pendukung agar dapat fokus meningkatkan kapasitas profesional mereka secara maksimal.
Teacher Training Program merupakan beasiswa penuh non-gelar yang ditawarkan oleh Pemerintah Jepang kepada guru dari negara mitra, termasuk Indonesia.
Program ini berlangsung selama 1 tahun 6 bulan, dimulai sekitar September atau Oktober 2025 hingga Maret 2027. Dengan 6 bulan pertama khusus untuk pembelajaran bahasa Jepang sebelum memasuki pelatihan utama di universitas tujuan.
Selama pelatihan, peserta akan mengikuti berbagai modul yang mencakup peningkatan metode pengajaran, pengembangan kurikulum, serta strategi pendidikan yang sejalan dengan kebutuhan abad ke-21.
Selain itu, program ini juga memperkenalkan peserta pada sistem pendidikan Jepang yang berfokus pada pendidikan berkualitas dan inovatif.
Peserta yang diterima dalam Teacher Training Program akan mendapatkan paket beasiswa fully funded, antara lain: Pembiayaan pendidikan penuh hingga program selesai.
Tunjangan hidup bulanan sekitar ¥143.000 (sekitar Rp 15 juta per bulan) untuk biaya hidup di Jepang.
Tiket pesawat pulang-pergi dari Indonesia ke Jepang.
Bebas biaya pembuatan visa pelajar. Tanpa ikatan dinas, sehingga peserta tidak wajib kembali mengajar di instansi tertentu setelah program selesai.
Beasiswa ini memberikan dukungan finansial dan non-finansial yang lengkap, memungkinkan guru fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan tanpa terbebani biaya pendidikan dan hidup.
Untuk dapat mengikuti program ini, pelamar harus memenuhi sejumlah kriteria berikut:
Guru aktif di lembaga pendidikan formal seperti SD, SMP, SMA/SMK, atau sederajat, baik negeri, swasta, maupun honorer.
Berpengalaman mengajar minimal 5 tahun per 1 Oktober 2025.
Usia maksimal 34 tahun per 1 April 2025 (atau sesuai ketentuan yang ditetapkan di pedoman resmi).
Lulusan minimal diploma empat (D4) atau sarjana (S1).
Sehat secara jasmani dan rohani. Menguasai bahasa Inggris atau Jepang, atau bersedia mempelajari bahasa Jepang saat program berlangsung. Bersedia kembali ke Indonesia setelah program selesai untuk menerapkan ilmu yang diperoleh.
Jadwal seleksi Teacher Training Program biasanya mencakup tahap berikut: Pendaftaran:
24 Desember 2025 - 22 Januari 2026 (Kotak pendaftaran melalui Kedutaan Besar Jepang di Indonesia). Pengumuman seleksi dokumen: awal Februari 2026.
Seleksi tertulis: pertengahan Februari 2026.
Seleksi wawancara: awal Maret 2026. Secondary screening: Maret - Agustus 2026.
Pengumuman hasil akhir: Juli - Agustus 2026.
Keberangkatan ke Jepang: September/Oktober 2026
Namun, penting bagi calon pelamar untuk selalu memeriksa informasi terkini dari situs resmi studyinjapan.go.jp.***: