7. Pendidikan (Education)
Meski sering dianggap sebagai bidang “konvensional”, Jurusan Pendidikan tetap memiliki tingkat penyerapan kerja tinggi.
83 persen lulusan pendidikan langsung bekerja sebagai guru, instruktur, atau staf pendidikan dalam waktu singkat setelah lulus.
Selain itu, banyak negara menghadapi kekurangan tenaga pendidik, khususnya di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Math) dan pendidikan anak usia dini.
8. Logistik dan Manajemen Rantai Pasok
Jurusan ini semakin diminati karena meningkatnya kompleksitas distribusi global dan pertumbuhan e-commerce.
Jurusan logistik termasuk salah satu jurusan dengan low unemployment rate di bawah 5 persen. Lulusan dapat bekerja sebagai manajer rantai pasok, analis operasional, hingga konsultan logistik.
Krisis global dan pandemi memperlihatkan pentingnya profesi di bidang ini, menjadikannya sektor yang sangat prospektif.
9. Teknologi Energi Terbarukan dan Ilmu Lingkungan
Perubahan iklim dan transisi energi membuat jurusan ini kian relevan di era modern. Pertumbuhan signifikan dalam permintaan tenaga kerja di bidang energi bersih, manajemen lingkungan, dan teknologi hijau.
Lulusan jurusan ini dapat bekerja di sektor energi, lembaga penelitian, perusahaan teknologi ramah lingkungan, maupun lembaga pemerintahan.
Jurusan ini juga menjadi salah satu bidang dengan prospek jangka panjang terbaik di Eropa dan Asia.
10. Bisnis dan Analitik Bisnis
Dalam era berbasis data, perusahaan kini lebih mengandalkan analisis statistik untuk mengambil keputusan bisnis.
Jurusan Business Analytics mengajarkan kombinasi antara manajemen, statistik, dan teknologi informasi.