Kasus DBD di Kota Pekanbaru Kebanyakan Remaja Rentan 10-14 Tahun

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Senin, 21 November 2022 | 19:48 WIB
Nyamuk Aedes aegypti. (ft: int)
Nyamuk Aedes aegypti. (ft: int)

 

 

 

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Pasien Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Pekanbaru kebanyakan masih tergolong remaja yakni rentang usia 10 hingga 14 tahun. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti di Kota Pekanbaru, Riau pada pertengahan bulan ini sudah mencapai 755 kasus.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, pasien remaja mencapai 192 orang. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy Saragih mengingatkan agar pasien DBD harus langsung mendapat penanganan medis.

Ia mengimbau agar para pasien tersebut jangan terlambat mendapat penanganan medis. Mereka yang terlambat mendapat penanganan medis bisa berakibat fatal bahkan menyebabkan meninggal dunia.

Tahun ini saja ada dua pasien DBD yang meninggal dunia karena terlambat memperoleh penanganan medis.

"Kami mengimbau agar waspadai penyebaran DBD saat ini," ujarnya, Senin (21/11/2022).

Zaini menjelaskan bahwa DBD adalah demam yang disertai pendarahan di bawah kulit, selaput hidung dan lambung. Penularannya melalui virus dari nyamuk Aedes aegypti.

Ada sejumlah gejala awal DBD yang bisa diantisipasi yakni demam tinggi dengan kulit bintik merah. Lalu nyeri sendi atau otot hingga sakit perut disertai diare dan muntah.

Dirinya menjelaskan bahwa ada cara pencegahan awal dalam DBD yakni dengan banyak minum air putih. Pasien bisa minum obat penurun panas dengan dan kompres kepala dengan air dingin.

"Bila memang kondisinya tidak ada perubahan, bisa segera menghubungi dokter, guna mendapat penanganan medis," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X