PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang mulai beroperasi sejak 2016 silam, kini memasuki usia hampir 6 tahun.
Bus TMP yang awalnya berjumlah sekitar 100 unit, kini hanya tinggal kurang dari setengahnya.
Di usia tersebut, banyak ditemukan oleh riausatu.com bus TMP mengalami permasalahan seperti kurangnya perawatan terhadap kampas rem, jika hujan deras terjadi masuknya rembesan air hujan kedalam bus, beberapa CCTV yang tidak ada lagi berfungsi.
Terkait hal itu, Kadishub Pekanbaru Yuliarso saat dikonfirmasi riausatu.com pun menyebutkan bahwa ada penurunan kualitas, ada penurunan nilai dari 100 persen hingga berapa persen kan itu semua ada rumusnya.
"Namanya barang, tentu rusak. Dari 2016, berarti sudah 5 tahun lebih. Bisa dikatakan ada rusak berat, ada rusak sedang dan ada rusak ringan. Tergantung kondisi unit dan perawatan," ujar Yuliarso saat ditemui riausatu.com di salah satu tempat di Pekanbaru, Rabu siang (14/9/2022).
Menurut Yuliarso, di tahun 2022 ini akan dikelola kembali bus tersebut.
"Karena ini aset, maka kita jaga. Kalau untuk beli kendaraan baru, kita belum mampu beli unit baru karena anggaran tidak ada, bahkan anggaran kita masih terbatas. Dari awal itu, anggaran kita untuk biaya minyak bus, gaji supir dan gaji pramugara termasuk karcis," katanya.
Ketika ditanya ada berapa unit bus TMP yang masih beroperasional, Yuliarso mengaku tinggal 30 hingga 40 unit bus TMP.
"Untuk total jumlah bus Trans Metro Pekanbaru itu ada 110 unit. Sedangkan yang beroperasi setiap harinya itu ada 30 sampai 40 unit," akuinya.
Terkait tanda uji kelayakan kendaraan atau KIR pada bus TMP yang tidak tampak terpasang di pintu kendaraan, Yuliarso menyebutkan bahwa untuk KIR kendaraan sudah melalui mekanisme online.
"Tanda KIR itu memang tidak dipasang lagi, karena sekarang ini sudah menggunakan sistem online. Dan bisa di cek langsung di aplikasi KIR," tandasnya.