BKKBN RI Kukuhkan Pj Walikota Pekanbaru Muflihun sebagai Bapak Asuh Anak Stunting

- Jumat, 10 Maret 2023 | 20:13 WIB
Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) pada Jumat (10/3/2023). (ft: ist)
Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) pada Jumat (10/3/2023). (ft: ist)

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Muflihun dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) pada Jumat (10/3/2023).

Pengukuhan ini langsung dilakukan oleh Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd.

Selain Pj Walikota, pengukuhan juga dilakukan kepada Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda Pekanbaru.

Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun dalam sambutannya mengatakan program bapak anak stunting hadir untuk menyediakan ruang kontribusi bagi pemangku kepentingan untuk turut ambil bagian dalam percepatan penurunan stunting dengan sasaran yaitu remaja, calon pengantin (Catin), ibu hamil, ibu menyusui, dan anak yang berusia 0-59 bulan.

"Stunting bukan hanya menjadi masalah keluarga, nyatanya menjadi problem serius yang harus ditanggulangi bersama. Untuk itu, marilah kita bersama-sama mendedikasikan diri untuk mempercepat penurunan stunting terutama di kota pekanbaru yang kita cintai ini," kata Muflihun.

Muflihun berharap dengan dilaksanakannya launching BAAS ini, secara serentak semua pihak bergerak, berkomitmen dan juga diminta peran aktif dari camat selaku ketua TPPS di tingkat Kecamatan, Lurah, kepala puskesmas dan organisasi kemasyarakatan untuk dapat bersinergi dan terstruktur dalam upaya pencegahan stunting.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh bapak/bunda asuh anak stunting yang sudah peduli dan dengan ikhlas mengulurkan tangan membantu anak stunting di kota pekanbaru.Ssemoga terus berkelanjutan tidak hanya di masa minimal 6 bulan saja, namun berlanjut sampai anak kita benar-benar terpantau perkembangan gizinya membaik," harapnya.

"Kita berharap, angka stunting di Pekanbaru terus menurun dan Pekanbaru berada di bawah rata-rata prevalensi stunting Provinsi Riau," imbuhnya.

Sementara Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN RI, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd dalam sambutannya memuji keseriusan Pj Walikota Pekanbaru dan seluruh jajarannya dalam mengatasi stunting dengan kesediaan menjadi BAAS.

"Jika bicara strategi percepatan penurunan stunting, maka kita optimis angka prevalensi stunting di Pekanbaru yang saat ini 16,18 persen, maka tahun 2023 bisa melesat jauh jadi di bawah 10 persen," ujar Drs Sukaryo Teguh Santoso.

Pihaknya juga mengapresiasi kegiatan ini. Apalagi, Pj Walikota Pekanbaru dan jajarannya mewakafkan diri sebagai BAAS.

Menurutnya, stunting menjadi persoalan serius yang perlu dapat perhatian bersama. Stunting tidak terkait kesehatan dalam jangka pendek. Tapi yang lebih serius, stunting ini jadi persoalan kegagalan tumbuh generasi ke depan. Di kemudian hari, balita stunting ini bisa mendapat risiko gangguan kesehatan tertentu.

"Dalam jangka panjang bisa menghambat produktivitas dan mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.

Halaman:

Editor: Daud Mahmud

Tags

Terkini

Pengurus PPI Riau Resmi Dikukuhkan

Rabu, 24 Mei 2023 | 16:20 WIB
X