Gubri Harap Hutan dan Gambut di Riau Tetap Dilestarikan

photo author
Fatahilah, Riau Satu
- Senin, 16 Oktober 2023 | 12:48 WIB
Gubri Syamsuar melakukan pemukulan gong pertanda resmi dibukanya Kongres IV JMGR (riausatu.com)
Gubri Syamsuar melakukan pemukulan gong pertanda resmi dibukanya Kongres IV JMGR (riausatu.com)

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) melaksanakan kongres IV dengan tema Restorasi gambut untuk membangun Riau Hijau Lestari, bertempat di Grand Suka Hotel Pekanbaru, Senin (16/10/2023).

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Riau H Syamsuar langsung melakukan pemukulan gong pertanda resmi dibukanya Kongres IV tersebut.

Ketua Panitia, Masliana menyebutkan, peserta kongres dari setiap wilayah ada 5 orang perwakilan.

"Kalau kita punya wilayah 7 berarti totalnya 35 orang perwakilan. Sedangkan dari peserta umum ada 150 orang. Tujuan kongres ini untuk mendefinitifkan pengurus baru serta membahas program-program JMGR," ujarnya.

Gubri dalam sambutannya mengatakan keberadaan ekosistem gambut di Riau yang terluas di Pulau Sumatera, lebih kurang 64 persen wilayah daratan Riau merupakan karunia Allah SWT yang harus disyukuri dan dijaga dengan mengelolanya secara bijaksana.

Sambung Gubri, hanya dengan tata kelola secara berkelanjutan dengan kolaborasi seluruh stakeholder, sumber daya alam yang unik dan menyimpan potensi besar ini dapat memberi manfaat secara lestari, sebagai modalitas pembangunan untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

"Pemerintah Provinsi Riau sangat mendukung kebijakan restorasi gambut nasional yang merupakan wujud komitmen Indonesia terhadap masyarakat global, dalam pengendalian perubahan iklim, yang diantaranya dipicu emosi karbon sektor hutan dan lahan. Presiden Jokowi telah meluncurkan berbagai langkah untuk melindungi hutan gambut yang kaya karbon dan sumber kehidupan bagi masyarakat di ekosistem gambut. Pengelolaan diarahkan pada pencegahan karhutla, kekeringan, banjir, dan meningkatkan tutupan hutan serta produktivitas lainnya," ulas Gubri.

"Semoga melalui forum ini akan terpilih sosok ketua yang tangguh, inovatif dan bertanggungjawab. Dan saya harapkan bahwa pentingnya memelihara gambut dan hutan. Mari kita jaga lingkungan kita ini, sehingga lingkungan di Riau tetap lestari," tutupnya.

Sementara itu, Plt Sekjen JMGR, Syafri mengatakan, untuk perkembangan gambut di Riau mulai dari Pelalawan, Siak, Kerumutan itu masih ada hutan.

"Untuk di wilayah Rokan Hilir itu ada PT Diamond Raya Timber, yang hutan asli itu HPH. Dan sebenarnya gambut kita ini sudah masuk konsesi saja, rata-rata konsesi perusahaan. Jadi yang benar-benar hutan itu sekitar 300 ribuan. Yang lain itu HTI yang panennya 5 tahun sekali," katanya.(ift)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fatahilah

Tags

Rekomendasi

Terkini

X