Narasi Kebencian Bisa Menghancurkan Persatuan, Fahd El Fouz: Indonesia Wajib Kejar Ketertinggalan

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Sabtu, 26 November 2022 | 10:40 WIB
Fahd El Fouz A Rafiq, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Pemuda Nusantara (Bapera). (f: istimewa)
Fahd El Fouz A Rafiq, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Pemuda Nusantara (Bapera). (f: istimewa)

JAKARTA, RIAUSATU.COM – Indonesia menjadi sebuah negara merdeka pada 17 Agustus 1945 melalui perencanaan matang dan perjuangan yang panjang, banyak darah anak bangsa tumpah atas dasar common sorrow (menderita bersama). Namun, jebakan-jebakan yang mengekang bangsa ini tidak ada habisnya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Pemuda Nusantara (Bapera), Fahd El Fouz A Rafiq di Jakarta, Jumat (25/11/2022). ”Jangan sampai pemuda saat ini membenci sesuatu dibungkus dengan kritik. Kritik itu harus disertai solusi," ujarnya.

Menurutnya, mengkritik membabi buta dengan menggunakan narasi kebencian akan menghancurkan persatuan secara perlahan. "Mari kita sibukkan diri dengan karya inovatif demi kemajuan bangsa disertai dengan kekuatan Intuisi dan lompatan imajinasi," sebutnya.

Membangun sebuah negara tidaklah mudah, pada masa awal kemerdekaan Indonesia masih terus diganggu Belanda (Netherland)  dan pemberontakan dari dalam negeri. "Hari ini langkah Indonesia dibatasi oleh negara-negara yang punya kepentingan akan kekayaan alam Indonesia," tegasnya.

Mantan Ketua Umum DPP KNPI ini mengingatkan, bahwa lamanya Indonesia merdeka karena banyaknya pengkhianat bangsa yang kongkalikong dengan pihak penjajah, bahkan sesama anak bangsa yang beda haluan harus saling sikat pada zaman itu.

Fahd meyakini, hakikatnya setiap negara pasti menginginkan berdiri di atas kaki sendiri (berdikari). "Tapi, keinginan itu tidak semudah perjuangan yang dilakukan. India, Tiongkok, dan  banyak negara lain yang ingin merdeka dalam arti sesungguhnya," ucapnya. 

Di era modern ini, imbuhnya, untuk mencapai negara berdikari pasti banyak hambatan dan bahkan sering direcokin negara lain. Apalagi, negara berkembang yang permasalahanya tidak jauh masih soal urusan perut (baca: ekonomi), sehingga mudah dipatahkan semangat juangnya.

"Kemerdekaan Nasional yang direngkuh tahun 1945 itu bukan pencapaian akhir, tapi jika rakyat bebas berkarya adalah puncaknya. Jika karya-karya Nusantara dan buah anak bangsa tidak dijaga, risikonya akan diklaim oleh negara lain," tukas Fahd.

Mantan Ketua Umum PP AMPG ini terus memberikan semangat dengan mengutip quotes dari Jenderal Besar Soedirman.

“Percaya dan yakinlah bahwa kemerdekaan satu negara yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia, siapa pun juga.”

"Narasi-narasi positif yang saya paparkan ke publik ini adalah sebuah dorongan kepada semua generasi bangsa agar terus berupaya untuk mengangkat dan mengharumkan kembali Indonesia, agar kembali disegani dan maju seperti Nusantara dulu," ucapnya. 

Jangan pernah berhenti untuk berusaha, karena itu  mantan Ketua Umum Gema MKGR ini sangat meyakini bahwa di ujung usaha adalah takdir.

Dia mengatakan, semua orang Indonesia hari ini bisa berdiri di atas situasinya dan mendapatkan kesuksesan bila mereka mendedikasikan dan bersemangat dengan apa yang mereka kerjakan.

Apresiasi Jokowi dan Airlangga Hartarto

Lebih lanjut Fahd El Fouz mengapresiasi apa yang telah dilakukan Presiden Joko Widodo dan Airlangga Hartarto selaku Menteri Perkonomian RI, untuk menjadikan Indonesia lebih baik ke depannya. 

Ditegaskan Fahd, saat ini kondisi ekonomi global sedang tidak baik-baik saja, akan tetapi Indonesia tetap tegar dan terus berinovasi agar NKRI dapat meminimalisir ancaman Resesi Global. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB
X