• Senin, 5 Desember 2022

Menko Airlangga: Dibutuhkan Sinergitas Pusat-Daerah untuk Kendalikan Inflasi

- Jumat, 30 September 2022 | 16:53 WIB
 Airlangga Hartarto. (: dok. Golkar/Pikiran-Rakyat.com)
Airlangga Hartarto. (: dok. Golkar/Pikiran-Rakyat.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan bahwa untuk mengendalikan laju inflasi di Indonesia, dibutuhkan sinergitas dan kerja sama antara pemerintah pusat dengan daerah.

Dijelaskan Airlangga, hingga saat ini inflasi Indonesia masih di level 4 hingga 5 persen. Padahal inflasi di berbagai negara maju sudah berada di kisaran 8 sampai 10 persen.

Airlangga menegaskan, ketidakpastian perekonomian global, krisis pangan dan energi membuat seluruh negara di dunia di ambang risiko inflasi tinggi. Bahkan, kurs mata uang seluruh negara terhadap dolar AS ikut mengalami tekanan. Airlangga mengaku, per Kamis (29/9/2022) pukul 16.30 WIB, kurs rupiah melemah hingga 6,5 persen.

Kondisi lebih parah dialami berbagai negara, seperti Yen Jepang melemah 20,4 persen, Yuan China melemah 15 persen, hingga kurs Poundsterling yang melemah 19,8 persen.

Airlangga mengatakan, pemerintah pusat berupaya untuk menjaga kondisi perekonomian Indonesia tetap terkendali. Namun, ia menegaskan, butuh kerja sama antara pusat dan daerah untuk bisa menjaga tingkat inflasi tetap terkendali, stabilitas harga, dan daya beli masyarakat.

"Sinergi dari TPIP dan TPID terus dilakukan melalui berbagai langkah dan program, yang bertujuan untuk menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, dan menjamin kelancaran distribusi,” tutur Menko Airlangga, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Ketua Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) ini menambahkan, antara pusat dan daerah harus bekerja sama menjaga produksi dan pasokan bahan pokok. Ia memberi contoh, jika pada kondisi kurangnya pasokan cabai merah yang membuat harga melonjak tinggi, kepada daerah memiliki tugas mengajak petani setempat menanam cabai untuk memenuhi pasokan.

“TPIP dan TPID harus terus mengidentifikasi wilayah surplus dan defisit, serta menjadi fasilitator yang baik, untuk mendorong kerja sama antardaerah dalam upaya pengendalian inflasi,” ujar Airlangga.***

Editor: Evi Endri

Tags

Terkini

KAHMI Tegas Bantah Keterlibatan BINDA Dalam Munas

Minggu, 27 November 2022 | 04:51 WIB

Polri Gunakan Face Recognition di Pengamanan KTT G20

Jumat, 4 November 2022 | 14:28 WIB
X