KSP : Indonesia Sedang Menuju Ekosistem Kepariwisataan Berkelanjutan dan Tangguh

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Minggu, 25 September 2022 | 11:35 WIB
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Helson Siagian saat mengikuti FGD Finalisasi Pedoman Indekd Pembangunan Kepariwisataan Nasional, di Bogor, Jawa Barat, Jum'at (23/9/2022). (fT: KSP)
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Helson Siagian saat mengikuti FGD Finalisasi Pedoman Indekd Pembangunan Kepariwisataan Nasional, di Bogor, Jawa Barat, Jum'at (23/9/2022). (fT: KSP)

 

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Helson Siagian menyebutkan bahwa Indonesia tengah membangun ekosistem kepariwisataan yang berkelanjutan dan memiliki ketangguhan.

Untuk mewujudkan cita-cita itu, kata dia, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuat Indeks atau penilaian statistik untuk pariwisata dan perjalanan nasional, yang disebut Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN).

"IPKN akan menjadi acuan penyelenggaraan pariwisata nasional. Saat ini proses penyusunan IPKN sudah masuk tahap finalisasi," terang Helson, di Jakarta, Ahad (25/9/2022).

Helson menjelaskan, Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) memuat tata cara pelaksanaan, metodologi, dan indikator pengembangan ekosistem kepariwisataan. Penyelenggaraannya melibatkan multipihak, yakni kementerian/lembaga, pemerintah derah, akademisi, industri, masyarakat, dan media.

Helson mengungkapkan, dalam penyusunan IPKN, Kantor Staf Presiden telah merekomendasikan tiga langkah strategi dalam pengendalian penyelenggaraan IPKN. Pertama, perencanaan yang baik dengan menentukan target yang jelas dan menentukan.

Kedua, lanjut dia, kelompokkan kerja IPKN. Di mana pemerintah provinsi diharapkan mampu melakukan debottlenecking pelaksanaan pembangunan dan anggaran terkait pembangunan ekosistem kepariwisataan di daerahnya.

"Jadi Pemerintah Provinsi dapat menggunakan data IPKN untuk membangun fondasi strategi dalam meningkatkan citra dan layanan pariwisata di masing-masing daerahnya," tuturnya.

Langkah ketiga dalam pengendalian pengendalian IPKN, sambung Helson, adalah optimalisasi komunikasi publik secara massal, agar capaian IPKN bisa diketahui dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Helson mengaku optimistis, Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) akan meningkatkan peringkat dan skor Indeks Pengembangan Perjalanan dan Pariwisata atau Travel and Tourism Development Index (TTDI) Indonesia pada 2023.

TTDI sendiri merupakan evolusi langsung dari laporan pengukuran Indeks Daya Saing Perjalanan dan Pariwisata atau Travel and Tourism Competitivenes Index (TTCI) yang diterbitkan 2 tahun sekali selama 15 tahun terakhir.

Dari keseluruhan, pada 2021, Indonesia berada di peringkat ke-32 dengan skor 4,4, setara dengan Estonia, Polandia, dan Siprus. Posisi ini membuat Indonesia menduduki 12 peringkat dari laporan indeks sebelumnya pada 2019.

"Dengan penyelenggaraan IPKN diharapkan, peringkat dan skor kita tahun depan naik," pungkas Helson.

Sebagai informasi, Kantor Staf Presiden terlibat dalam penyusunan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) yang digelar oleh Kemenparekraf dalam FGD Finalisasi Pedoman IPKN, di Bogor, Jawa Barat, Jum'at (25/9).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X