• Jumat, 12 Agustus 2022

Rapimnas SMSI, Brigjen TNI Iroth Sonny Ajak Pimpinan Media Waspadai Penyalahgunaan Media Siber

- Jumat, 22 Juli 2022 | 18:17 WIB
Komandan Pusat Sandi dan Siber TNI AD, Brigjen TNI Iroth Sonny Edhie, saat memberikan bimbingan teknis di depan para pimpinan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dari seluruh provinsi di Indonesia.
Komandan Pusat Sandi dan Siber TNI AD, Brigjen TNI Iroth Sonny Edhie, saat memberikan bimbingan teknis di depan para pimpinan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dari seluruh provinsi di Indonesia.

JAKARTA, RIAUSATU.COM – Komandan Pusat Sandi dan Siber TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, mengajak para pemimpin media siber mengingatkan para pemimpin redaksi untuk selalu mewaspadai kemungkinan adanya penyalahgunaan media siber.

Permintaan itu disampaikan Brigjen Iroth saat memberikan bimbingan teknis (bimtek) di depan para pimpinan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dari seluruh provinsi di Indonesia, Kamis (21/7/2022) sore.

Bimtek berlangsung di Ruang AH Nasution Markas Besar TNI AD, Jalan Veteran Raya, Jakarta Pusat, setelah para peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) SMSI tahun 2022 pada pagi hari mendengarkan pesan-pesan dari Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang juga Ketua Dewan Pembina SMSI Pusat.

Dimoderatori oleh Merson Simbolon, Ketua SMSI Sulawesi Utara, Brigjen Iroth yang tampil memukau dengan presentasinya yang lengkap dan menarik.

Materi yang disampaikan mulai dari era 1.0 ketika peradaban manusia masih didominasi kegiatan berburu, kemudian disusul peradaban era 2.0 yang ditandai dominasi pertanian, kemudian era industri 3.0, dan peradaban zaman sekarang 4.0 yang ditandai kegiatan yang serba internet.

Seiring dengan perubahan peradaban dari era ke era, dunia pertempuran militer di seluruh dunia pun berubah. Mulai dari pertempuran fisik dengan menggunakan tubuh, perang dengan senjata-senjata canggih produk industri persenjataan, hingga perang dengan menggunakan internet secara besar-besaran.

“Perang generasi terakhir menggunakan persenjataan dengan dukungan internet, baik untuk pertempuran udara, laut, dan darat. Pertempuran sekarang ini memanfaatkan kecanggihan internet, dan media berbasis siber,” tutur Iroth yang banyak pengalaman menjalankan tugas di medan tempur di luar negeri, termasuk di Bosnia Herzegovina (1996).

Karakter penyalahgunaan media berbasis siber, terutama media sosial, dapat dilihat dari cara kerja antara lain merekayasa fakta dan informasi, menjungkir-balikkan fakta, menyebarkan kebohongan, dan provokasi melalui media siber.
Alumnus Akademi Militer tahun 1993 dari kecabangan perhubungan itu juga mengajak para peserta Rapimnas SMSI untuk memikirkan bersama-sama dan berkolaborasi dengan Pusat Sandi dan Siber TNI-AD untuk menangkal penyalahgunaan media siber dari kepentingan jahat, merusak perdamaian, dan merongrong Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain para pimpinan SMSI dari berbagai provinsi, hadir pula antara lain Ketua Umum SMSI Firdaus, Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Budiman Sudjatmiko dan anggota Dewan Pertimbangan SMSI GS Ashok Kumar, Dewan Penasihat Ervik Ary Susanto, Sekretaris Dewan Pakar SMSI Hersubeno Arief, Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia Bernadus Wilson Lumi, dan Sekretaris Jenderal SMSI Mohammad Nasir. ***

Editor: Novrizon Burman

Tags

Terkini

Kapolri Ingin Personel Polisi Miliki Kemampuan Auditor

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:07 WIB

Cegah Karhutla, 40,7 Ton Garam Disemai di Langit Riau

Jumat, 27 Agustus 2021 | 13:07 WIB

Apakah Chevron Benar-benar Pergi?

Rabu, 11 Agustus 2021 | 19:28 WIB
X