Presiden Serahkan Bantuan Rp 264 Milyar

photo author
Administrator, Riau Satu
- Rabu, 5 September 2018 | 21:29 WIB

LOMBOK,RIAUSATU.COM-Presiden Joko Widodo, Minggu (2/9/2018) memberikan langsung bantuan untuk perbaikan rumah rusak berat yang telah diverifikasi sebanyak 5.293 unit yang diserahkan kepada korban gempa Lombok di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

Nilai total yang diserahkan sebanyak Rp 264 milyar untuk 5.293 KK yang rumahnya rusak berat, dimana masing-masing rumah rusak berat diberikan stimulus Rp 50 juta. Bantuan langsung ditransfer oleh Pemerintah dan masyarakat menerima dalam bentuk tabungan BRI.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan melalui Whatsapp merincikan, warga yang mendapatkan dana stimulan dari pemerintah adalah Kabupaten Lombok Barat 359, Kabupaten Lombok Utara 1.353, Kabupaten Lombok Timur 2.782, Kabupaten Lombok Tengah 779, Kota Mataram 20. Satu orang perwakilan dari masing-masing 5 Kabupaten/Kota menerima secara simbolis bantuan langsung dari Presiden.

Diharapkan tabungan sebesar Rp 50 juta dapat membantu masyarakat membangun kembali rumahnya yang roboh akibat gempa.

Presiden Joko Widodo berpesan, dana yang diberikan benar-benar untuk membangun rumah dan tidak digunakan untuk hal yang lain.

"Saya akan cek benar nanti, uangnya dibangunkan rumah atau tidak. Satu lagi pesan saya untuk pejabat pemerintah, jangan dipotong serupiah pun dana yang turun ke masyarakat" tegasnya.

"Masyarakat harap bersabar, untuk sementara yang diberikan dana stimulan masih sejumlah 5.293. Sisanya sekitar 70 ribuan lebih masih dalam verifikasi sesuai aturan yang berlaku" imbuh Jokowi.

Ditemui terpisah, masyarakat yang sudah mendapatkan buku tabungan BRI seperti Munawir warga Salut Timur, Kabupaten Lombok Barat mengatakan akan membangun rumah tahan gempa seperti yang dicontohkan pemerintah, seperti RISHA.

Lain halnya dengan Mardin warga Kecamatan Kayangan, Lombok Utara mengakui lebih memilih membangun semi rumah kayu, dengan konstruksi pondasinya yang tahan gempa seperti RISHA.

"Karena kayu lebih tahan gempa dan aman untuk keluarga saya" ungkapnya optimis.

Ketika ditanya berapa biaya yang akan dihabiskan untuk membangun rumah, ia menyebutkan sekitar Rp 40 juta.

"Cukuplah, sisanya Rp 10 juta untuk kebutuhan sehari-hari," tambahnya.

Kedatangan Presiden untuk yang ketiga kali ini adalah mengecek para korban yang telah tertangani dengan baik dan mendapat pertolongan, mengecek sekolah dan rumah sakit darurat, memastikan aktivitas perekonomian berjalan lancar serta menghibur masyarakat (penyintas/pengungsi) yang sudah berlangsung lama.

Selama perjalanan menuju Gunung Sari, Lombok Barat, Presiden menyempatkan ke pos pengungsian Desa Menggala dan Desa Kekait menyapa, berdialog sederhana dan sholat maghrib berjamaah bersama penyintas.

Malam harinya, Presiden bersama pejabat negara lainnya nonton bersama dengan para penyintas acara penutupan Asian Games di Lapangan Sepakbola Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.(fat)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

Mau Melepas Status WNI? Segini Tarifnya

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:38 WIB

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X