MAKKAH, RIAUSATU.COM-Puncak haji tahun 2016 masih sekitar satu bulan lagi. Namun Masjidil Haram sudah dipadati oleh para jamaah dari sejumlah negara. Saat salat Jumat, momen syahdu itu terlihat.
Pada Jumat (12/8) kemarin, detikcom berkesempatan mengikuti salat Jumat di Masjidil Haram. Bila Anda tinggal jauh dari Masjidil Haram dan harus membawa kendaraan, sebaiknya berangkat sejak pagi. Sebab, mulai pukul 10.00 sampai 11.00 waktu Saudi, jalanan sudah mulai ditutup.
Alternatifnya, Anda bisa menggunakan taksi. Akses kendaraan umum itu menuju Masjidil Haram tidak dibatasi sampai menjelang waktu salat.
Sesampainya di Masjidil Haram, langsung cari posisi saf di dalam masjid. Bila ingin mendapatkan posisi dekat dengan kakbah, sebaiknya Anda sudah bersiap sejak pagi. Pada pukul 11.00 waktu Saudi, masjid nyaris sudah penuh. Pintu-pintu utama pun sudah ditutup dari berbagai sisi.
Kondisi ini akan jauh lebih padat pada saat menjelang puncak musim Haji. Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Ali Nurokhim menerangkan, ketika menjelang puncak, sangat sulit mendapatkan tempat duduk di dalam area masjid. Jamaah sampai meluber hingga ke area halaman, bahkan sampai di sudut-sudut bangunan tower zam zam dan mal lainnya di Masjidil Haram.
''Nanti orang itu bisa sampai halaman penuh. Jadi sangat padat sekali pas Jumatan,'' cerita Ali yang sudah berpengalaman tiga tahun bertugas di Makkah, sebagaimana dilansir detik.com.
Bila Anda mendapatkan tempat di dalam area masjid, suasananya cukup sejuk karena embusan AC dan kipas angin terus menyala. Air zam zam sebagai pelepas dahaga pun tersedia di berbagai sudut masjid. Bila batal berwudhu, kini tersedia juga tempat wudlu di area Ma'thaf, sehingga tak perlu ke luar masjid untuk berwudhu.
Sambil menunggu adzan, Anda bisa mengisi waktu dengan membaca Al Quran dan ibadah sunah lainnya. Tersedia Al Quran di berbagai sudut masjid.
Namun bila Anda mendapatkan saf di area dekat kakbah yang terbuka atau di halaman masjid, suasana terik memang terasa dari atas kepala. Walau panas, tapi lantai di masjid itu terasa dingin. Sehingga tak perlu khawatir merasa kepanasan di lantai.
Saat khutbah dan salat Jumat, suasana syahdu sangat terasa. Imam dan khotib di Masjidil Haram sesekali menangis tersedu ketika membacakan surat dan berkhutbah. Para jamaah pun ada yang ikut menangis.
Khatib Jumat pada kesempatan kemarin membahas masalah iman kepada Malaikat. Menurutnya, mempercayai keberadaan Malaikat merupakan bagian dari pokok agama atau ushulludin. Malaikat adalah makhluk yang senantiasa bertasbih kepada Allah.
Malaikat mempunyai hubungan khusus dengan orang mukmin. Dia selalu memohonkan ampun orang mukmin. Malaikat juga mendoakan orang-orang mukmin yang sedang mencari ilmu. Khatib juga berpesan bahwa malaikat tidak mau mendekat rumah yang tidak pernah dibacakan Al Quran.
Usai khutbah pertama dan kedua, ribuan jemaah melaksanakan Salat Jumat dilanjutkan dengan Salat Jenazah.
Suhu di Makkah
Hingga Sabtu (13/8), suhu rata-rata di Makkah memang masih berada di kisaran suhu terendah 29 derajat celcius dan suhu tertinggi 40 derajat celcius. Suhu terendah bisa dinikmati pada pagi dan sore hari, sementara suhu tertinggi biasanya terjadi menjelang siang hari, di waktu Dzuhur dan Ashar.
Sampai sepekan ke depan, suhu di Makkah diprediksi tidak akan lebih dari 42 derajat celcius. Namun pada puncak haji bulan September mendatang, kemungkinan suhu akan meningkat hingga 50 derajat celcius.
Sejumlah pakar kesehatan sudah memberikan tips agar tetap sehat selama panas di Saudi. Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KHOM, FACP, FINASIM, dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia mengatakan saat berada di Tanah Suci, kebutuhan air harus sangat tercukupi. Dikatakan dr Ari, kebutuhan cairan tubuh akan meningkat karena cuaca panas. Ia pun menyarankan agar jemaah haji mengonsumsi air 3-4 liter tiap harinya.puncak haji bulan September mendatang, kemungkinan suhu akan meningkat hingga 50 derajat celcius.
Hindari konsumsi minuman yang bersifat diuretik dan mempercepat proses buang air kecil seperti teh, kopi dan minuman bersoda. Minuman ini mengandung kafein yang dapat memperberat risiko dehidrasi.
Selain faktor cuaca, keadaan lain yang bisa menimbulkan masalah kesehatan adalah rasa lelah akibat perjalanan. Aktivitas ibadah termasuk pulang dan pergi ke masjid, melakukan tawaf dan ziarah terkadang membuat rasa lelah terabaikan. Padahal, risiko kesehatan juga mengancam tubuh yang lelah. (dri)