BAGANSIAPIAPI, RIAUSATU.COM-Di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Rokan Hilir (Rohil) 2016 dipastikan tidak ada penambahan kegiatan. Kegiatan hanya difokuskan yang selama ini tidak terselesaikan.
Demikian dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Rohil, Drs H Surya Arfan MSi di Bagansiapiapi, Jumat (15/7/2016). Kebijakan ini dilakukan juga masih berhubungan dengan devisit anggaran.
''Anggaran kita sangat terbatas akibat devisit anggaran tahun ini. Sehingga kita melalui intruksi bupati hanya memfokuskan kegiatan lama yang tak selesai saja,'' kata Surya Arfan.
Akibat kebijakan ini, artinya menurut Surya Arfan tidak ada penambahan anggaran. ''Penambahan anggaran tidak ada nol persen karena yang akan dilaksanakan hanya kegiatan lama,'' beber Surya Arfan.
Surya menjelaskan, Bupati Rohil, H Suyatno Amp, Kamis (13/7/2016) kemarin rapat bersama seluruh Kepala Satuan Perangkat Daerah (SKPD) membahas tiga agenda penting. Salah satu diantaranya terkait masalah rencana penyusunan APBD-P 2016.
Rapat itu menitik fokuskan pada kegiatan yang selama ini belum direalisasikan.
Selain membahas soal rencana penyusunan APBD-P, dalam rapat yang digelar di aula lantai IV itu juga dilakukan evaluasi APBD murni yang serapan baru mencapai 22,4 persen.
''Bupati instruksikan SKPD melaksanakan kegiatanya segera seperti fisik. Tahun ini ada kemajuan luar biasa seperti Dinas Bina Marga sudah habis lelang kemudian Cipta Karya tinggal beberapa kegiatan saja yang belum, termasuk SKPD lainnya,'' jelas Surya, sebagaimana dilansir website resmi Pemkab Rohil.
Tidak hanya itu, bupati juga mengitruksikan semua SKPD untuk mendongkrak pendapatan dari sektor pajak untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nantinya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan daerah di saat Rohil sedang dalam kondisi devisit anggaran seperti saat ini.
''Pendapatan dari sektor pajak sangat diharapkan dalam kondisi daerah kita seperti sekarang ini. Dengan demikian kita tidak lagi hanya bergantung dengan Dana Bagi Hasil (DBH),'' pungkasnya. (dri)