Selangkah Lagi Tito Jadi Kapolri, ke Mana Budi Gunawan Berlabuh?

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Rabu, 22 Juni 2016 | 11:46 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Presiden Joko Widodo mengusulkan Komjen Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Badrodin Haiti yang sebentar lagi pensiun. Karir Tito terbilang moncer dan selangkah lagi bakal jadi Kapolri.

Setelah Jokowi memilih Tito sebagai calon Kapolri, mencuat isu posisi Wakapolri yang selama ini diduduki Komjen Budi Gunawan turut diganti. Beberapa hari terakhir, sempat beredar sejumlah nama akan menggantikan posisi Budi Gunawan sebagai Wakapolri.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan Komjen Tito Karnavian diperkirakan akan dilantik Presiden Jokowi sebagai Kapolri dalam waktu dekat. Sehingga pada perayaan Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2016, Polri sudah dipimpin Kapolri baru.

Menurut Neta, berbagai dukungan dari internal Polri diberikan untuk memuluskan langkah Tito Karnavian menjadi orang nomor satu di Kepolisian RI. Meskipun langkah tersebut melampaui banyak jenderal yang lebih senior dari Tito.

''Bersamaan dengan naiknya Tito menjadi Kapolri, Polri akan melakukan mutasi terhadap sejumlah jenderal senior. Hal ini dilakukan untuk mendukung kinerja Tito saat memimpin kepolisian,'' kata Neta, Selasa (21/6), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Neta menambahkan, jenderal senior yang disebut-sebut akan dimutasi antara lain, Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan pangkatnya dinaikkan menjadi Jenderal. Budi Gunawan mutasi ke BIN untuk menggantikan Sutiyoso.

Selain itu, Kepala Lemdikpol Komjen Safruddin disebut-sebut akan menjadi Wakapolri untuk mendampingi Kapolri Tito Karnavian.

''Proses mutasi juga terjadi untuk beberapa jabatan strategis di Mabes Polri maupun jabatan sejumlah kapolda,'' katanya.

Menurut Neta, mutasi ini dilakukan sebagai dukungan internal Polri maupun dukungan para jenderal senior terhadap kinerja Tito Karnavian ke depan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian setelah nantinya terpilih menjadi Kapolri, kata dia, akan melangkahi beberapa angkatan di Kepolisian yakni, Akpol 82, 83, 84, 85, dan 86.

''Paling tidak ada sekitar 100 jenderal senior yang dilangkahi Tito,'' katanya.

Menanggapi isu tersebut, Ketua Komisi III, Bambang Soesatyo menyarankan, jika Tito disetujui sebagai Kapolri, untuk posisi Wakapolri sebaiknya tetaplah dijabat Budi Gunawan. Diyakininya, opsi ini dapat menciptakan harmonisasi di internal kepolisian sehingga tetap berjalan mulus dan lancar dan menghindari gesekan di internal Polri.

''Menurut saya, ada bagusnya Pak Tito sebagai Kapolri tetap bersama-sama dengan Wakapolri lama, Pak BG. Ini penting untuk melakukan penetrasi, terutama dalam hal hubungan harmonis dengan senior-seniornya,'' ujar Bambang di DPR RI Senayan, Selasa (21/6).

Meski demikian, Bambang mengakui bahwa kewenangan memilih Wakapolri itu memang berada di tangan Kapolri itu sendiri dan Wanjakti.

''Kalau soal Wakapolri, itu adalah kewenangan dari Kapolri baru dan Wanjakti. Saran dari saya pribadi, Tito tetap pertahankan Pak BG saja dulu untuk harmonisasi internal. Nanti kalau udah smooth barulah bisa (memilih wakil),'' pungkasnya. (dri)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB
X