PDIP Kian Getol Dorong Jokowi Jadikan Komjen BG Jadi Kapolri

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Kamis, 2 Juni 2016 | 11:24 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Bursa calon Kapolri semakin panas. Pilihannya, ada dua; memperpanjang masa pensiun Jenderal Badrodin Haiti atau memilih nama baru.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah salah satu partai yang memilih opsi kedua. Tidak hanya itu, partai besutan Megawati Soekarnoputri semakin getol untuk mendorong Wakapolri Komjen Budi Gunawan menjadi Tribata-1.

Anggota Komisi III DPR Junimart Girsang mendesak agar Presiden Jokowi segera melayangkan surat ke DPR. Dia berharap nama Budi Gunawan yang akan diajukan untuk menggantikan Badrodin.

''Kalau tentang Pak Budi Gunawan, kita berharap Pak Jokowi segera mengajukan nama tersebut kepada DPR untuk dimintai persetujuan menjadi Kapolri. Kan begitu proses hukum tata negaranya,'' kata Junimart saat dihubungi, Rabu (1/6), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Politikus PDIP ini mengakui sejauh ini masih menunggu surat tersebut untuk diproses di Komisi III DPR. Dia juga yakin jika Budi Gunawan akan lolos fit and proper test.

''Saya jamin Pak Budi Gunawan akan memimpin Polri secara baik, benar, dan jujur. Secara hukum sudah selesai, pengadilan memenangkan beliau (BG). Secara politik juga di DPR, kami di Komisi III sudah setuju beliau jadi Kapolri,'' tuturnya.

Junimart juga mengklaim, kemunculan BG tidak akan menumbuhkan kegaduhan baru dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab menurutnya masalah hukum BG sudah berakhir.

''Apa sih kegaduhannya, saya mau tahu. Kan sudah clear. Secara hukum sudah beres. Kalau disebut secara politik, sudah selesai. Kegaduhan, kegaduhan yang mana? Masalah teroris di Thamrin misalnya, pertama yang turun ke Thamrin itu beliau (BG),'' ungkapnya.

Hubungan PDIP dengan Budi Gunawan memang dekat. Hal ini tak heran mengingat pria kelahiran Solo 56 tahun silam itu pernah menjabat ajudan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Budi Gunawan sebenarnya pernah dipilih oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Kapolri awal 2015. Meski sudah diuji oleh DPR, Budi Gunawan batal dilantik karena KPK menetapkan dia sebagai tersangka kasus korupsi. Kepala negara kemudian akhirnya memilih Badrodin sebagai Kapolri.

Budi Gunawan kini sudah tidak lagi menyandang status tersangka, karena gugatan praperadilannya dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Selatan. (dri)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB
X