JAKARTA, RIAUSATU.COM-Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi menyatakan serah terima 4 warga negara Indonesia (WNI) yang bebas dari kelompok Abu Sayyaf di Pulau data, Filipina. Mereka bebas tanpa uang tebusan yang disebut-sebut 100 juta peso atau setara Rp 28,6 miliar.
''Saya H-3 dari sekarang sudah masuk ke perbatasan Filipina, saya sudah masuk ke ZEE Filipina. Saya masuk sampai ke perairan Pulau Data, di depan Pulau Sulu, saya masuk 12 mil Pulau Data,'' kata Edy di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (13/5).
Dia menegaskan, proses pembebasan tanpa uang tebusan dan yang menjemput 4 WNI dari kelompok Abu Sayyaf hanya dari pihak TNI. Selain itu, memilih lokasi di laut karena mudah untuk menjemput sandera.
''Yang jelasnya tidak ada pakai tebusan, kalau ada uang tebusan saya tidak tahu. Tugas saya selamatkan dan amankan warga kita itu perintah Panglima. Kenapa di laut? Karena posisinya di laut. Yang paling gampang lewat perairan, kalau muter di Manila bisa lama,'' kata dia, sebagaimana dilansir merdeka.com.
Menurut dia, sejak awal sudah dilakukan operasi militer untuk membebaskan sandera atas perintah Presiden Joko Widodo. Saat pembebasan sandera, kondisi WNI dalam keadaan sehat. ''Baik, kalau di rumah orang kurang makan, biasa itu,'' kata dia.
Dia menambahkan kendala proses pembebasan yakni penentuan lokasi yang belum pasti. ''Yang menentukan tempat akhirnya saya, di tempat ini,'' tandasnya. (dri)