Diskanlut Rohil Bakal Kembangkan Budidaya Ikan Laut

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Kamis, 28 April 2016 | 17:53 WIB

BAGANSIAPIAPI, RIAUSATU.COM-Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menjajaki kerjasama untuk pengembangan budidaya perikanan laut melibatkan peran serta dari pemerintah propinsi Riau maupun pusat. Hal ini sebagai langkah untuk meningkatkan produksi perikanan laut yang selama ini pendekatan yang dilakukan masih bersifat tradisional dengan sistem tangkap.

Jika tidak ada upaya untuk menyeimbangkan dengan kegiatan budidaya maka diprediksi kekayaan perikanan laut Rohil akan terus berkurang secara drastis yang berpengaruh pada menurunnya pendapatan nelayan.

''Pembicaraan pernah dilakukan tapi itu tingkat pimpinan artinya bupati bersama dengan DPRD Riau dan kepala Bappeda Rohil, sejauh ini masih sebatas pengodokan apakah dapat diterapkan untuk budidaya laut dengan sistem terapung,'' kata Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Rohil M Amin SP Msi, di Bagansiapiapi.

Perencanaan yang diperlukan harus disiapkan dengan sangat matang apalagi terangnya, untuk budidaya tersebut diperlukan investasi besar-besaran sehingga perlu dilibatkan kontribusi yang nyata dari pemerintah propinsi ataupun pusat. Langkah budidaya perikanan saat ini tengah gencar dilakukan Diskanlut Rohil selama dipimpin M. Amin.

Kebijakan itu sebagai upaya nyata menanggulangi produksi perikanan, sejumlah daerah telah ditetapkan untuk budidaya baik perikanan sungai, kerang dan nantinya budidaya perikanan laut. Amin membeberkan untuk budidaya Kerang saat ini terus berkembang di beberapa tempat seperti Panipahan kecamatan Pasir Limau Kapas dan kecamatan Sinaboi.

''Hanya saja kelemahannya dalam soal pembibitan yang masih dari alam artinya tidak bisa dibudidayakan,'' katanya, sebagaimana dilansir gaungriau.com.

Padahal pihaknya sudah melakukan konsultasi ke Jepara sebagai daerah pusat penelitian tercanggih di Indonesia untuk pengembangan budidaya Kerang namun sampai saat ini belum diperoleh formulasi yang tepat.

Sehingga untuk budidaya kerang masih bersifat tradisional artinya hanya dilakukan sistem perbanyakan kerang dari anak atau bibit kerang saja. ''Kami yakin dengan budidaya ini pendapatan masyarakat nelayan dapat membaik nantinya,'' katanya. (dri)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB
X