TEMBILAHAN, RIAUSATU.COM-Kabupaten Indragiri Hilir selain sangat rawan dengan bencana kebakaran negeri hamparan kelapa dunia ini juga rawan dengan kecelakaan transportasi sungai.Dua hari yang lalu kecelakaan kembali terjadi di perairan Suak Patut, Kelurahan Amal Bhakti, Kecamatan Kateman, dimana diduga speedboat melanggar sampah sehingga oleng dan terbalik.
Dari peristiwa naas tersebut dinyatakan satu orang meninggal dunia.Sebelumnya dua bulan lalu, tepatnya Selasa (12/01), kecelakaan juga terjadi di perairan Kuala Patah Parang, dimana sebuah speedboat melanggar sebatang kayu.
Akibatnya, speedboat Tobindo Express yang memuat 80 orang penumpang itu bocor dan tenggelam di sekitar perairan tersebut, untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.Tingginya tingkat kecelakaan di perairan negeri seribu parit ini mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir.
Edi Gunawan, dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan kejadian itu bukan hanya faktor human error, tetapi juga karena faktor lain seperti standar angkutan yang jauh dari kata layak serta kondisi perairan atau jalur lintas yang kotor.
Dijelaskan Pria yang akrab dipanggil Asun tersebut, banyak sungai-sungai di Inhil yang menjadi lalu lintas utama kondisinya kotor dan bersampah. Kondisi tersebut dapat menjadi ancaman bagi speadbood ataupun angkutan lainnya ketika melintas, tak jarang speedboat ketika melaju menghantam kayu atau tunggul.Untuk itu, Asun berharap Pemerintah Daerah segera melakukan tindakan nyata seperti melakukan normalisasi sungai-sungai.
''Kita minta Pemkab Inhil segera melalukan normalisasi sungai-sungai atau parit-parit yang menjadi lalu lintas trasportasi air, karena ini yang membuat rawan kecelakaan,'' ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRD Inhil ini, sebagaimana dilansir mediacenterriau.com. (dri)