Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026, Pekanbaru Gaet Prestasi untuk Kategori Ini

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Minggu, 26 April 2026 | 09:17 WIB
Mendagri Tito Karnavian. (f: kompas.com)
Mendagri Tito Karnavian. (f: kompas.com)

PALEMBANG, RIAUSATU.COM -Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menggelontorkan insentif fiskal sebesar Rp 1 triliun untuk mendorong kinerja pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Program ini ditujukan sebagai stimulus agar kepala daerah berlomba-lomba menghadirkan inovasi dan prestasi dalam tata kelola pemerintahan. Baca berita tanpa iklan.

Tito mengatakan, insentif tersebut akan diberikan kepada daerah berprestasi melalui skema penghargaan yang digelar secara bertahap di sejumlah wilayah Indonesia.

"Program ini kita siapkan dengan total anggaran Rp 1 triliun sebagai bentuk stimulus. Kita ingin mendorong kepala daerah berprestasi secara optimal,” ujar Tito, usai menghadiri acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026), dilansir kompas.com.

Ia menjelaskan, pada tahap awal, kegiatan penghargaan digelar untuk wilayah Sumatera, dengan lokasi pelaksanaan di Palembang.

Dalam program ini, pemerintah memberikan insentif bagi daerah terbaik, yakni juara pertama sebesar Rp 3 miliar, juara kedua Rp 2 miliar, dan juara ketiga Rp 1 miliar.

Apresiasi itupun dibagi per kategori, seperti pengendalian inflasi, penurunan tingkat pengangguran, penurunan kemiskinan, stunting dan creative financing.

Selain Sumatera, kegiatan serupa akan digelar di berbagai regional lain, seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Setiap wilayah akan dibagi dalam beberapa region dengan kategori penilaian yang sama. “Setelah ini akan ada batch berikutnya dengan kategori berbeda, tidak harus di Palembang. Targetnya hingga akhir tahun mencakup beberapa region,” katanya.

Tito menambahkan, program ini merupakan perubahan pendekatan Kemendagri dalam membina pemerintah daerah.

Jika sebelumnya lebih banyak melalui teguran dan evaluasi, kini dilakukan dengan pendekatan apresiatif melalui pemberian insentif.

“Selama ini kita lebih banyak memberikan teguran dan melakukan pemeriksaan. Kali ini kita gunakan pendekatan soft, yaitu menstimulasi dengan tambahan keuangan daerah,” jelasnya.

Ia menegaskan, insentif yang diberikan bukan sekadar penghargaan simbolis, tetapi berdampak langsung pada peningkatan kapasitas fiskal daerah melalui tambahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Bukan hanya piagam atau trofi, tapi ada insentif fiskal tambahan untuk APBD mereka. Bahkan satu daerah bisa mendapatkan lebih dari satu kategori penghargaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tito menyebut masih banyak kepala daerah yang memiliki kinerja baik dan inovatif. Oleh karena itu, pemerintah ingin memberikan apresiasi atas berbagai terobosan yang telah dilakukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X