Kemiskinan Desa Bukan Sekadar Soal Uang, Modal Sosial Jadi Kunci

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Senin, 16 Februari 2026 | 12:41 WIB
Prof. Achmad Tjachja Nugraha, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (f: dokumentasi pribadi)
Prof. Achmad Tjachja Nugraha, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (f: dokumentasi pribadi)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Upaya pengentasan kemiskinan di desa selama ini identik dengan bantuan tunai, pembangunan infrastruktur, dan program kredit usaha rakyat. 

Namun, pendekatan tersebut dinilai belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan kemiskinan. 

Hal ini diangkat dalam buku “Kemiskinan? Modal Sosial sebagai Kunci Pengurangan Kemiskinan Perdesaan Indonesia” karya Dr. Ahmadriswan Nasution dan Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha. 

Prof. Achmad Tjachja, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemiskinan tidak hanya soal kekurangan modal ekonomi. 

Menurutnya, masyarakat desa memiliki kekuatan besar yang sering diabaikan, yaitu modal sosial: kepercayaan, gotong royong, solidaritas, dan jaringan komunitas. 

“Selama ini kita terlalu fokus pada bantuan material. Padahal, masyarakat desa punya kekuatan sosial yang luar biasa,” ujarnya, seperti rilis yang diterima riausatu.com.

Buku ini menjelaskan bahwa modal sosial mencakup kepercayaan antarindividu, partisipasi kolektif, kepatuhan terhadap norma bersama, serta jaringan sosial yang solid. 

Ketika unsur‑unsur ini terpelihara, masyarakat lebih mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi dan krisis. 

Rumah tangga dengan jaringan sosial kuat cenderung lebih cepat bangkit karena memiliki akses informasi, dukungan moral, dan bantuan nyata dari komunitas. 

Prof. Achmad menekankan bahwa masyarakat desa tidak boleh diposisikan hanya sebagai objek penerima bantuan. 

Sebaliknya, mereka harus dilihat sebagai aktor utama pembangunan dengan modal sosial sebagai fondasi. 

Dr. Ahmadriswan menambahkan, kebijakan publik harus diselaraskan dengan kekuatan sosial lokal yang sudah tumbuh di masyarakat. 

“Rumah tangga desa harus dipandang sebagai aktor utama pengurangan kemiskinan, bukan sekadar objek kebijakan,” tegasnya. 

Pendekatan berbasis modal sosial diyakini mampu melengkapi kebijakan ekonomi sehingga program pengentasan kemiskinan lebih partisipatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X