JAKARTA, RIAUSATU.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Bibit Siklon Tropis 93S berpotensi tinggi berkembang menjadi siklon tropis.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan, sistem tersebut mulai terbentuk pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB di wilayah Samudra Hindia, sebelah selatan Bali–Nusa Tenggara Barat.
Hingga Jumat (19/12/2025) pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi berada di koordinat 12,5 derajat LS dan 108,8 derajat BT, sebelah selatan Jawa Barat.
"Kecepatan angin maksimum yang terpantau di sekitar sistem mencapai 35 knot (65 km/jam) dengan tekanan minimum sekitar 998 hPa,” ujar Andri kepada Kompas.com, Jumat.
Berdasarkan pengamatan citra satelit dalam 12 jam terakhir, aktivitas konvektif sistem masih konsisten, terutama signifikan di barat daya hingga barat laut pusat sirkulasi.
Pusat sirkulasi berada di bagian pinggir timur dari dense overcast dan deep convection, menunjukkan adanya pola perawanan shear pattern dalam sistem ini.
Andri menjelaskan, analisis angin per lapisan menunjukkan bahwa sirkulasi sudah tertutup dengan posisi vertikal sejajar dari permukaan hingga 700 hPa. Pada lapisan 500 hPa, sirkulasi terlihat lebih lemah dan bergeser ke barat daya dari pusat sirkulasi di lapisan bawah.
"Kecepatan angin maksimum 35 knot baru terpantau di satu kuadran, yaitu barat laut, sehingga sistem belum memenuhi syarat untuk dikategorikan sebagai siklon tropis, karena diperlukan lebih dari dua kuadran dengan angin gale force," jelasnya.
Andri memaparkan, kekuatan Bibit Siklon Tropis 93S didukung oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby, gelombang low frequency di sekitar sistem, serta suhu permukaan laut yang hangat, yaitu antara 28–30 derajat Celsius.
Selain itu, sistem ini juga dipengaruhi oleh wind shear yang lemah (15 knot), vortisitas yang kuat dari lapisan bawah hingga menengah, kelembapan udara yang cukup tinggi pada lapisan permukaan, serta konvergensi dan divergensi yang berada dalam kategori lemah hingga sedang.
Peningkatan terlihat dari perluasan area gale force wind yang terpantau, yaitu mulai meluas dari barat daya hingga barat laut.
Namun demikian, sistem masih dalam kategori low dengan pergerakan ke arah barat–barat daya.
Dalam 48-72 jam ke depan, kata Andri, intensitas intensitas Bibit Siklon Tropis 93S diprakirakan akan meningkat seiring dengan peningkatan kecepatan angin maksimum mencapai 45 knot, perluasan area gale force wind hingga mencapai 4 kuadran.
"Diprediksi sistem akan berkembang menjadi siklon tropis kategori 1 pada 21 Desember 2025 malam hari," jelasnya.
Dengan demikian, potensi Bibit Siklon Tropis 93S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori sedang hingga tinggi. Sementara dalam 48-72 jam ke depan dalam kategori tinggi.