Puncak Musim Hujan 2025, Dwikorita Ingatkan Daerah-daerah Ini Tingkatkan Kewaspadaan

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:50 WIB
Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dwikorita Karnawati saat menjadi salah satu narasumber di acara Pojok Bulaksumur di selasar gedung pusat UGM, Kamis (4/12/2025). (f: kompas.com)
Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dwikorita Karnawati saat menjadi salah satu narasumber di acara Pojok Bulaksumur di selasar gedung pusat UGM, Kamis (4/12/2025). (f: kompas.com)

Ketersediaan peralatan evakuasi dan alat berat juga sangat penting untuk mempercepat penanganan darurat di lapangan.

"Semua sarana ini harus siap agar respons bisa dilakukan tanpa hambatan," imbuh dia.

Dikatakan, koordinasi lintas instansi sangat penting dalam memperkuat kesiapsiagaan. Integrasi dengan BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) termasuk dalam kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, apabila diperlukan, untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah kritis.

"Koordinasi yang kuat memungkinkan langkah-langkah pengurangan risiko berjalan lebih efektif," tambahnya.

Ia menegaskan, bencana di Sumatera harus dijadikan peringatan serius. Menurutnya, mitigasi bencana tidak boleh dilihat sebagai upaya sesaat, melainkan sebagai strategi jangka panjang yang berfokus pada perlindungan lingkungan.

Pemulihan ekosistem, penataan ruang, dan pengendalian pemanfaatan lahan harus menjadi dasar dalam membangun ketahanan bencana.

"Mitigasi bencana harus berbasis pada pemulihan dan perlindungan lingkungan agar peradaban yang lebih baik dan berkelanjutan bisa terwujud," tandasnya.

Mengakhiri pernyataannya, Dwikorita mengingatkan agar semua pihak bertindak cepat dan sinergis menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.

Ia menekankan bahwa atmosfer yang labil dapat memperburuk risiko di wilayah rawan jika tidak diantisipasi dengan baik.

"Kita harus bergerak sekarang sebelum curah hujan ekstrem memperbesar ancaman di daerah-daerah rentan hidrometeorologi," tutup Dwikorita.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X