JAKARTA, RIAUSATU.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, berbagai wilayah di Indonesia berpotensi dilanda hujan lebat, angin kencang, dan petir pada 1-2 September 2024.
Datangnya hujan lebat, angin kencang, dan petir dipengaruhi oleh aktivitas fenomena cuaca global berupa aktifnya Gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan Madden Julian Oscillation (MJO).
Selain itu, BMKG juga menjelaskan, hujan lebat, angin kencang, dan petir dipicu oleh daerah pertemuan dan perlambatan angin, kelembapan udara yang tinggi, dan labilitas atmosfer.
Dilansir dari laman BMKG, Kamis (20/8/2024), seperti dirilis kompas.com, empat faktor tersebut menciptakan kondisi udara labil dan berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan.
Wilayah yang berpotensi dilanda hujan sedang-lebat, angin kencang, dan petir: Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kepulauan Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Daerah Istimewa Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Maluku
Papua Barat Daya
Papua Barat
Papua
Pegunungan Papua
Papua Selatan.
Wilayah berpotensi dilanda angin kencang
Lampung
Banten
Nusa Tenggara Timur
Maluku
Papua Selatan.
Imbauan BMKG
Terkait potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir pada 1-2 September 2024, BMKG meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi setiap saat.
Masyarakat juga diminta memahami potensi bencana di wilahyahnya dan mengurangi risiko dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga serta membersihkan lingkungan.
Khusus masyarakat yang tinggal di wilayah bertopografi curam, bergunung tinggi, tebing, rawan longsor, dan banjir, mereka diimbau agar tetap waspada dengan dampak yang dapat ditimbulakn akibat cuaca ekstrem.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah meng-update informasi dari pemerintah daerah setempat terkait protokol evakuasi apabila terjadi bencana.
Informasi mengenai perkembangan cuaca secara resmi dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG seperti laman https://www.bmkg.go.id atau media sosial @infobmkg.***