PADANG, RIAUSATU.COM - Penampakan aksi puluhan pengendara motor yang nekat menerobos jalur Padang-Bukittinggi via Lembah Anai viral di media sosial.
Aksi penerobosan yang dilakukan oleh pengendara motor itu jadi perhatian, lantaran saat ini jalur Lembah Anai sedang diperbaiki, pasca bencana Galodo.
Aksi pengendara motor ini-pun memicu kontroversi, sebab hal itu dinilai bisa membuat proses perbaikan jalan di Lembah Anai terkendala.
Namun, pantauan katasumbar.com di unggahan akun Instagram @suduikbukittinggi, tak sedikit yang membela aksi pengendara motor tersebut.
Sebab, tidak ada pilihan jalur lain yang bisa dilalui karena jalur via Malalak macet parah.
katasumbar.com pun menelusuri hal tersebut ke sejumlah warga yang mengaku sengaja menerobos jalur Lembah Anai.
Salah satu pengendara asal Padang Pariaman, Islam (45) mengaku dirinya sengaja menerobos jalur Lembah Anai karena akses via Malalak terlalu jauh.
“Kalau lewat Malalak, saya harus memutar jauh ke Sicincin, sedangkan rumah saya di Kayu Tanam,” katanya.
Pengendara lain, Reni (34) yang berangkat dari Bukittinggi menuju Padang juga mengungkapkan hal serupa.
Ia menyebut, jalur Lembah Anai lebih mungkin untuk dilalui karena jalur Malalak macet parah.
“Sejak jelang Idul Adha lalu itu jalur Malalak macet parah, kami dari Padang ke Bukittinggi bisa 5 jam pakai motor.”
“Makanya saat kembali ke Padang kami memilih untuk nekat lewat Lembah Anai, supaya perjalanan lebih cepat,” sebut dia.
Pendapat Reni ini juga diaminkan oleh pengendara lain, Rahmat Subadri (27), yang mengungkapkan pilihan melewati Lembah Anai lebih baik jika harus melewati jalur lain.
“Ya sebab jalur Malalak dari Bukittinggi itu sempat ditutup oleh Polisi. Pengendara disarankan lewat Sitinjau Lauik atau lewat ngarai.”
“Itu memutarnya jauh sekali. Belum lagi ada potensi longsor, jadi mau tidak mau harus lewat Lembah Anai.”