PADANG, RIAUSATU.COM - Kondisi lalulintas di kawasan Malalak, Kabupaten Padang Pariaman menjadi pembicaraan publik dalam 2 hari belakangan.
Lalulintas yang macet di kawasan itu dikeluhkan publik, karena akses jalan yang susah dilewati, dan tidak ada jalur alternatif lain.
Dalam 2 hari ini, kemacetan di ruas jalan Malalak membuat waktu tempuh perjalanan Padang-Bukittinggi menjadi 6 jam.
Hal itu dialami oleh Riko Alfriadi, warga Tangah Jua, Kota Bukittinggi yang melakukan perjalanan dari Padang pada Ahad (16/6/2024) pagi WIB.
Ia mengatakan, dia dan keluarga tersendat di Malalak selama hampir 4 jam. Dimulai dari pukul 9 pagi.
“Kami baru bisa keluar dari Malalak itu hampir jam 1 siang. Itu kondisi kendaraan cuma berinsut pelan,” katanya pada katasumbar.com.
Adapun penyebab kemacetan itu kata dia, gara-gara satu unit truk yang rusak dan memakan badan jalan.
“Sehingga kendaraan yang datang dari arah Padang harus bergantian lewat dengan kendaraan lain dari Bukittinggi.”
“Kondisi kemudian diperparah dengan tidak sedikitnya pula sopir yang memotong jalur,” jelasnya.
Beda dengan Riko, pengendara lain yang melewati Malalak pada malam hari mengalami kejadian yang lebih berbeda.
Menurut pengakuan seorang pengendara, Rina Susanti yang datang dari arah Bukittinggi, kemacetan di Malalak makin parah pada malam hari.
“Sebab pada malam hari, ada dua truk yang rusak. Dan keduanya sama-sama memakan badan jalan,” sebut dia.
Parahnya lagi, ungkap dia, tidak ada pihak terkait yang bertindak untuk mengurai kemacetan.
“Sepanjang jalan dari Bukittinggi, saya tidak melihat adanya Polisi yang bertugas.”
“Seharusnya dalam situasi seperti ini, ada Polisi yang berjaga setidaknya untuk mengatur kelancaran lalulintas,” pungkasnya.***