KIP: Perang Modern Bukan Lagi Perang FIsik, Melainkan Perang Informasi

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Selasa, 23 April 2024 | 15:28 WIB
Ketua KIP Donny Yoesgiantoro dalam Rakernis Humas 2024, Selasa (23/4/24). (f: deklarasinews.com)
Ketua KIP Donny Yoesgiantoro dalam Rakernis Humas 2024, Selasa (23/4/24). (f: deklarasinews.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Ketua Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Donny Yoesgiantoro menyatakan
perang modern bukan lagi perang fisik dengan kekuatan militer, melainkan perang informasi.

"Intelijensi sangat penting dalam perang. Itu yang diandalkan pasukan dalam setiap gerakan mereka,” ujar Ketua Donny dalam Rakernis Humas 2024, Selasa (23/4/24).

Sebelumnya Donny menyatakan keterbukaan informasi publik dapat mendukung stabilitas sektor keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ketua Donny menyebut bahwa setiap individu berhak memperoleh informasi untuk kemudian dipergunakan dengan semestinya. Hal itu dimuat dalam UU KIP Nomor 14 Tahun 2018.

Kendati demikian, ia mengingatkan tak semua informasi bisa dibuka kepada publik. Salah tiga jenis informasi yang dilarang bagi publik adalah rahasia negara, rahasia pribadi, dan rahasia bisnis.

“Misalnya yang membahayakan pertahanan dan keamanan negara, mengungkap kekayaan alam Indoensia, merugikana kepentingan hubungan luar negeri, dan sebagainya,” ungkap Ketua Donny, dilansir deklarasinews.com.

Di sisi lain, di era teknologi ini, banyak tantangan yang dialami perihal keterbukaan informasi. Misalnya, keterbukaan informasi yang belum menjadi budaya pada sebagaian badan publik.

“Atau pola pikir sebagian pimpinan yang masih menganggap keterbukaan informasi bukan hal yang penting,” tutur Ketua Donny.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X