"Kita sedang menghadapi era bonus demografi. Kaum muda harus diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk mengisi jabatan-jabatan strategis, sehingga bonus demografi tidak berubah menjadi beban demografi," ujarnya.
“Tetapi ini harus dilakukan dengan cara yang benar, berdasarkan prestasi bukan prestise, dengan prinsip demokratis bukan oligarkis. Kaum muda juga perlu memahami pentingnya nilai-nilai religiusitas, nasionalisme, dan cinta pada negara,” tambah Danis, yang juga merupakan Dosen Ilmu Politik di UPN Veteran Jakarta.
Dia menambahkan bahwa meskipun perjalanan Gibran saat ini terlihat mulus, masih ada rintangan di masa depan. Munculnya sentimen negatif di masyarakat berpotensi memengaruhi elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran.
“Pengaruh elektabilitas Gibran terhadap Prabowo tidak terlalu signifikan, karena Pak Prabowo sudah memiliki dukungan sekitar 30-40%, sementara Gibran hanya sekitar 2-10%,” tegas Danis. ***