hukum

Ini Dia Sosok Ny Lee yang Disebut Zarof Ricar Setor Rp50 Miliar

Senin, 12 Mei 2025 | 17:15 WIB
Purwanti Lee menyalami Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Lampung, pada tahun 2022. (f: nuwolampung.com)

Investigasi Kejaksaan Agung atas dugaan suap mantan pejabat Mahkamah Agung, Zarof Ricar, menyeret nama perempuan Ny Lee kunci dari konglomerasi tebu Sugar Group Companies.

LAMPUNG, RIAUSATU.COM – Ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat mendadak senyap ketika Zarof Ricar, bekas pejabat tinggi Mahkamah Agung, menyebut sebuah nama yang asing di telinga publik: Nyonya Lee.

Di bawah sumpah, Zarof mengaku menerima Rp50 miliar yang disebut berasal dari “Ny. Lee”, berkaitan dengan perkara perdata antara dua raksasa bisnis: Sugar Group Companies (SGC) dan Marubeni Corporation.

Kesaksian Zarof pada Rabu, 7 Mei 2025, itu menggemparkan.

Bukan hanya karena besarnya nilai yang disebut, tetapi juga karena menguak kemungkinan jejaring suap yang melibatkan konglomerasi agribisnis dan institusi yudisial tertinggi.

Dari penelusuran Riau Satu, “Ny. Lee” yang dimaksud merujuk pada Purwanti Lee, Vice President SGC—konglomerasi yang menguasai puluhan ribu hektare lahan tebu di Lampung dan dikenal dengan kekuatan lobi bisnis-politiknya.

Jejak Kuasa di Balik Gula

SGC bukan pemain kemarin sore. Berdiri sejak dekade 1970-an, grup ini tumbuh menjadi raksasa melalui empat anak usahanya: PT Gula Putih Mataram, PT Sweet Indo Lampung, PT Indo Lampung Perkasa, dan PT Indo Lampung Distillery.

Empat perusahaan ini berdiri kokoh di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 75.667 hektare, menjadikannya pemilik lahan perkebunan tebu terbesar di Indonesia.

Di balik layar ekspansi grup ini, nama Purwanti Lee bersinar sebagai operator utama.

Bersama Gunawan Yusuf—direktur utama yang juga saudaranya—Purwanti disebut sebagai “arsitek lapangan” yang merancang banyak strategi bisnis hingga ke ranah politik.

“SGC tidak hanya menanam tebu. Mereka menanam pengaruh,” kata seorang mantan pejabat Pemprov Lampung yang enggan disebut namanya.

Lobi Politik dan “Pembajakan Demokrasi”

Dokumen pilkada menunjukkan bahwa SGC aktif mendanai kandidat kepala daerah di Lampung.

Halaman:

Tags

Terkini