CIMAHI, RIAUSATU.COM - Kapolres Cimahi, Jawa Barat, AKBP Aldi Subartono, menceritakan penganiayaan yang dialami dua bocah oleh ayah kandungnya yang berinsial A (37) di kawasan Jalan Pesantren, Kota Cimahi pada Senin, 6 Februari 2023.
"Pelaku menganiaya dengan pukulan dan tendangan sekitar 15 kali kepada korban meninggal, sedangkan terhadap korban kakaknya yang masih hidup dilakukan sekitar 7 kali," ujarnya.
Saat tersangka A melakukan penyiksaan tersebut, lanjut Aldi, tetangga tidak mendengar suara tangisan atau apapun.
"Para tetangga tidak pernah dengar jeritan atau tangisan anak-anak. Saat kejadian juga enggak ada suara anak nangis, cuman tetangga sering dengar suara jedag jedug seperti suara dentuman ke arah tembok," ucapnya, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.
"Ketika dianiaya memang kedua korban juga tidak menangis," imbuhnya.
Saat ini Polres Cimahi telah mengamankan tersangka A di Mapolres Cimahi.
"Masih terus kita periksa dan dalami keterangannya, termasuk dari para saksi," tandasnya.
Warga setempat, Jubaedah (63) mengatakan, saat kejadian penganiayaan dirinya mendengar suara seperti anak-anak yang lagi bermain loncat-loncatan dari atas kontrakan yang dihuni keluarga korban tersebut.
"Suaranya beuleudag-beuleudug, dikira saya anak-anak itu lagi main loncat-loncatan. Enggak tahunya ada anak-anak yang disiksa," ujarnya.
Jubaedah mengatakan ia baru kali ini mendengar suara bledag-bledug dari rumah kontrakan keluarga Ade Bogel. Apalagi Ade setiap hari keluar rumah bekerja sebagai pengamen jalanan.
"Dengar suaranya baru sekarang, kalau tahu dari dulu ya mungkin sudah lapor ke RT. Mereka itu tinggal di sini sekitar 6 bulan," ungkapnya.
Warga lainnya, Ai (41), juga tak menyangka kalau terduga pelaku Ade tega menyiksa dua anak kandungnya sendiri sampai seorang anaknya meninggal dunia.
"Ya nggak menyangka, setahu saya orangnya baik. Nggak nyangka galak," tutur Ai.
Dalam kondisi lemas, korban anak perempuan yang tewas berinisial AH sempat dibawa oleh tersangka A ke rumah sakit.
Sedangkan, korban bocah laki-laki berinisial AMB yang merupakan kakak kandung AH ditemukan dalam kondisi penuh memar yang diselamatkan pihak warga bersama keluarga dengan mendobrak pintu kontrakan dan langsung dievakuasi untuk mendapat penanganan medis di rumah sakit.