Ali menyebut, korban mengaku muak dengan perbuatan As hingga berharap keadilan atas kasus pelecehan tersebut.
"Kasus ini saya pegang 3 bulan lalu. Korban dan ayahnya datang ke kantor," sebut Ali.
"Kasihan, anak yatim, korbannya memang kebanyakan orang tidak mampu," tambahnya.
Kasus Diduga Terjadi Sejak 2022
Merujuk pada pengakuan korban, Ali menjelaskan, perbuatan As diduga sudah dilakoni sejak 2022 lalu.
Ali menduga, As terpaksa menghilang pada 2024 lantaran muncul pelaporan di kalangan warga.
Di sisi lain, Ali menyebut hal itu tak menutup kemungkinan As sudah menjadi predator anak sejak puluhan tahun lalu.
"Korbannya para santriwati, kebanyakan pelajar MTs. Tiga tahun berturut-turut, gonta-ganti semaunya," ungkapnya.
Sempat Digeruduk Warga
Pada Sabtu, 2 Mei 2026, kediaman As yang berada di satu kompleks dengan pondok putri (santriwati) sempat digeruduk oleh warga setempat.
Kala itu, ratusan orang yang dikomandoi oleh Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) menggelar aksi unjuk rasa.
Dalam video yang beredar, terlihat massa yang bercampur dengan warga sekitar menyoraki As saat digiring oleh polisi.
Terlihat pula, sebagian dari massa juga membentangkan spanduk bertuliskan: "Sang Predator" hingga "Perempuan bukan objek seksual".
Hingga berita ini, puluhan santriwati yang mayoritas yatim piatu dari keluarga tidak mampu dilaporkan menjadi korban pelecehan di Ponpes Ndholo Kusumo Pati.
Kendati demikian, belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian ihwal kasus tersebut.***