KAMPAR, RIAUSATU.COM - Semangat nasionalisme, kepedulian lingkungan, dan komitmen melawan narkoba menggema kuat dari Pulau Tongah, Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu 26 April 2026.
Hari kedua sekaligus hari penutupan Kemah Kebangsaan Mahasiswa Riau menjadi momentum penting lahirnya suara lantang generasi muda untuk menyatakan perang terhadap narkoba, pembakaran hutan dan lahan, serta seluruh bentuk kejahatan yang mengancam masa depan Bumi Lancang Kuning.
Berlokasi di kawasan penyangga Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling, kegiatan ini dihadiri Dirbinmas Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purnama, Dirintelkam Polda Riau Kombes Pol Wimboko, jajaran PJU Polda Riau, panitia dari Polda Riau bersama Tumbuh Institute, serta ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau.
Dalam deklarasi kebangsaan yang dibacakan bersama, mahasiswa menegaskan komitmen menjaga marwah Tanah Melayu, menolak tegas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, mengecam keras pengrusakan lingkungan dan karhutla, serta siap bersinergi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum.
Dirbinmas Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purnama menegaskan bahwa mahasiswa adalah benteng moral bangsa yang harus berada di garis depan penyelamatan generasi.
“Mahasiswa harus menjadi pelopor perubahan. Ancaman narkoba dan kejahatan lingkungan adalah musuh bersama. Generasi muda tidak boleh diam. Riau membutuhkan anak-anak muda yang cerdas, berani, dan peduli terhadap masa depan daerahnya,” tegas Kombes Eko.
Menurutnya, perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat, terutama mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.
Semangat itu juga disuarakan dua perempuan yang merupakan peserta dari Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Dwi Lestari Nur Fitriani dan Rima Sitasonia.
Dwi Lestari Nur Fitriani menegaskan bahwa pencegahan narkoba harus dimulai dari kesadaran diri dan keberanian menjaga lingkungan pergaulan.
“Narkoba bisa merusak masa depan siapa saja. Mahasiswa harus jadi contoh, berani berkata tidak, dan aktif mengingatkan teman-teman agar tidak terjerumus,” ujarnya.
Sementara itu, Rima Sitasonia menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mencegah kejahatan lingkungan, termasuk pembakaran hutan dan lahan yang kerap mengancam Riau.