Kapolda Riau Minta Jajaran Petakan Lokasi Rawan Banjir Jelang Operasi Lilin 2025

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Kamis, 18 Desember 2025 | 13:52 WIB

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meminta jajarannya agar memetakan lokasi rawan banjir menjelang Operasi Lilin Lancang Kuning 2025. Selain pengaturan lalu lintas, Irjen Herry juga meminta jajarannya untuk memberikan perhatian khusus di lokasi yang rawan bencana.

Hal itu disampaikan Irjen Herry saat membuka Latihan Pra Operasi (Latprapops) Lilin Lancang Kuning 2025 dalam rangka menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Kamis 18 Desember 2025.

"Mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi, personel harus disiagakan di lokasi-lokasi rawan banjir agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri dan merasa aman serta nyaman menjelang Nataru," ujar Irjen Herry.

Irjen Herry juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kasat Lantas agar melakukan analisa dan menyiapkan jalur-jalur alternatif guna mengantisipasi gangguan akibat bencana alam maupun hambatan lainnya.

"Contohnya di Indragiri Hilir, banjir terjadi berulang. Kita harus berpikir, apakah tidak ada jalur alternatif? Jangan setiap tahun kejadian yang sama terus terulang tanpa solusi. Terobosan itu seharusnya dipersiapkan jauh-jauh hari, bisa berupa pembuatan tanggul, rekayasa jalur, atau langkah mitigasi lainnya," jelasnya.

Selain itu, Irjen Herry menegaskan agar pos pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu dioperasikan secara optimal dengan dukungan informasi terkini terkait cuaca, bencana alam, dan lokasi rawan.

Irjen Herry juga meminta agar jajarannya melakukan manajemen risiko untuk memetakan potensi hujan dan banjir.

"Saya kembali mengingatkan, persiapkan diri dalam konteks kebencanaan. Harus ada rencana alternatif, termasuk kesiapan peralatan di posko maupun pos pelayanan P3K, pusat kesehatan, alat komunikasi cadangan, bahkan bila perlu telepon satelit. Lakukan risk assessment untuk memetakan potensi curah hujan dan banjir satu minggu ke depan di wilayah tugas masing-masing," jelasnya.

Irjen Herry menekankan agar Operasi Lancang Kuning 2025 ini tidak hanya sekadar operasi rutin tahunan. Lebih dari itu, lanjutnya, Operasi Lilin ini harus memberikan harapan bagi masyarakat, terutama yang terdampak bencana.

"Bagi masyarakat yang terdampak bencana, lilin adalah harapan untuk keselamatan dan harapan akan kehadiran negara. Harapan itu ada pada rekan-rekan semua yang melaksanakan Operasi Lilin 2025," tegasnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, selaku Wakasatgasopsda menyampaikan bahwa Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 merupakan operasi rutin tahunan yang membutuhkan kesiapan dan pemahaman menyeluruh dari seluruh jajaran.

"Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Kami menekankan kepada seluruh jajaran untuk terus meningkatkan inovasi, khususnya dalam pencegahan kecelakaan lalu lintas dan penguraian kemacetan guna mewujudkan kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polda Riau," ujar Kombes Taufiq.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X