Kecam Perdagangan Orang, Menteri P2MI minta Kapolda Riau Bongkar Aktor di Belakang Layar Penyeludupan Ratusan PMI Ilegal

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Kamis, 17 Juli 2025 | 16:06 WIB

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding mengecam keras para pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang merekrut dan memberangkatkan pekerja migran secara ilegal ke luar negeri.

Hal ini di tegaskannya saat melakukan kunjungan kerjanya di Mapolda Riau Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Kamis 17 Juli 2025.

Di hadapan media dan aparat kepolisian Abdul Kadir Karding menyuarakan kemarahan sekaligus kepedihannya atas praktik kejam sindikat pengiriman non-prosedural ke Malaysia.

“Tidak ada orang yang terpaksa kerja di luar negeri kecuali demi keluarga. Mereka itu sejatinya sedang berjihad untuk mempertahankan hidup keluarganya. Tapi kenapa justru dijual oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab? Kurang ajar,” tegas Abdul Kadir Karding.

Pernyataan itu disampaikan, menyusul keberhasilan Polda Riau membongkar jaringan TPPO yang hendak mengirim 100 calon pekerja migran ilegal ke negara jiran Malaysia. Dalam operasi itu, pihak kepolisian menangkap 11 orang tersangka, 2 diantaranya merupakan pasangan suami istri.

Abdul Kadir Karding berharap aparat kepolisian dapat menindak tegas para pelaku-palaku utama yang terlibat, termasuk para aktor intelektualnya.

“Saya minta, kalau ada bos mafianya, cari hukuman yang paling berat sesuai aturan. Kami di kementerian bisa mencegah, tapi tanpa penindakan hukum yang tegas, ini tidak akan pernah selesai,” ucapnya.

Lanjut Abdul Kadir Karding, dari 8 juta lebih warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri, hanya 5,7 juta yang terdaftar resmi dan sisanya, sekitar 4 hingga 5 juta berangkat melalui jalur ilegal (non resmi).

“Dari data kami, sebanyak 95 sampai 97 persen korban kekerasan dan eksploitasi adalah mereka yang tidak melalui jalur resmi,” jelasnya.

Menurutnya, akar persoalan TPPO adalah sistem migrasi tenaga kerja yang belum sempurna dan masih dibajak oleh ‘pemain-pemain gelap’ yang hanya mengejar keuntungan pribadi semata.

“Video tadi menunjukkan betapa miris dan menjijikkannya modus-modus para pelaku ini. Mereka lebih mementingkan perut daripada nyawa orang lain,” kata Abdul Kadir Karding.

Abdul Kadir Karding juga mengapresiasi langkah cepat Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan jajarannya yang telah berhasil menyelamatkan 100 orang korban dari berbagai daerah, terdiri dari 78 laki-laki dan 22 perempuan yang akan diberangkatkan secara ilegal ke luar negeri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X