NUNUKAN, RIAUSATU.COM - Seorang siswa salah satu SMA di Nunukan, Kalimantan Utara ditangkap polisi setelah menikam punggung mantan kekasihnya dengan parang.
Akibat tusukan tersebut, punggung bagian kanan korban yang masih berusia 15 tahun tersebut robek sedalam 1,8 cm dan membuatnya harus menerima perawatan medis di Puskesmas.
‘’Antara pelaku dengan korban, statusnya pacaran sejak kelas 1 SMA sampai kelas 2, dan sering putus nyambung,’’ ujar Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Zainal Yusuf, Selasa (6/8/2024), seperti dilansir kompas.com.
Zainal menjelaskan, pelaku (17) dan korban bersekolah di sekolah yang sama. Sementara untuk kejadian penikaman terjadi di rumah kontrakan pelaku.
Kejadian bermula saat pelaku memanggil korban ke rumah kontrakannya dengan alasan meminta bantuan untuk mereset Hp miliknya.
Karena hubungannya sedang renggang, keduanya sepakat menghapus akun medsos masing-masing dari Hp mereka. "Di tengah kegiatan saling hapus akun Medsos, terjadi perbincangan bernada cemburu," kata Zainal.
Saat itu pelaku menanyakan apakah korban masih berkomunikasi dengan pria lain yang selama ini sering berbalas pesan.
"Korban menjawab sudah tidak melakukan chat yang dimaksud pelaku. Korban sempat meminta maaf atas perbuatannya yang melayani chat laki-laki yang dimaksud pelaku,’’ imbuh Zainal.
Permintaan maaf korban diterima pelaku dengan terpaksa. Percakapan beralih pada lensa mata yang dipakai korban.
Pelaku meminta agar korban melepas saja lensa mata/softlens agar tidak ditegur guru di sekolah. Namun, sedikit perhatian tersebut, membuat korban tidak senang.
Ia dengan ketus menjawab bahwa pelaku tidak perlu mengurusi dirinya, karena hubungan keduanya sudah putus.
‘’Jawaban korban membuat pelaku emosi. Sehingga saat korban sedang memakai sepatu untuk kembali ke sekolah, pelaku tiba tiba mengambil parang di bawah kasur dan menikam punggung kanan korban,’’l lanjutnya.
Korban sempat berteriak bertanya mengapa pelaku menusuknya. Pelaku yang sadar dari emosi sesaat, langsung menjatuhkan parangnya dan meminta maaf atas kekhilafannya.
Pelaku mencoba merayu korban untuk tenang dan kembali duduk agar mendengarkan dulu penjelasannya. Korban yang sudah ketakutan karena menerima tusukan parang langsung menolak dan berteriak meminta tolong.
Panik dengan teriakan korban, pelaku mencekik korban dan membekap mulutnya, sembari meyakinkan dirinya akan bertanggung jawab penuh.